Lamongan – Aktivitas memancing kembali berlangsung di salah satu spot yang cukup dikenal para pemancing lokal di wilayah Bengawan Jero, tepatnya di bantaran sungai sebelah barat kuburan Desa Priyoso, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan. Di lokasi tersebut, seorang pemancing bernama Andik Cokel berhasil mendapatkan hasil tangkapan berupa udang sungai jenis conggah serta beberapa ikan air tawar.
Kegiatan memancing yang dilakukan Andik berlangsung di jalur selatan area tambak yang masih masuk wilayah Desa Priyoso dan tidak jauh dari perbatasan Kecamatan Glagah. Kawasan ini dikenal memiliki aliran air yang relatif tenang dengan banyak pepohonan serta vegetasi liar di sepanjang bantaran sungai, sehingga sering menjadi tempat berkumpulnya ikan maupun udang sungai.
Saat berada di lokasi, Andik terlihat menyiapkan perlengkapan pancing di tepi sungai yang dipenuhi semak dan pepohonan rindang. Dengan peralatan sederhana, ia mencoba peruntungannya dengan menebar kail ke dalam aliran Bengawan Jero.
Tidak butuh waktu terlalu lama, pancing yang ia lempar ke aliran sungai mulai menunjukkan tanda-tanda sambaran. Andik kemudian menarik perlahan dan berhasil mendapatkan seekor udang sungai berukuran cukup besar yang dikenal warga setempat sebagai udang conggah. Hasil tangkapan tersebut langsung diperlihatkan dengan penuh kegembiraan.
Selain udang conggah, Andik juga sempat mendapatkan beberapa jenis ikan sungai yang memang sering ditemukan di kawasan tersebut. Di antaranya ikan mujair limang nyarian, ikan bloso, serta ikan keting yang biasanya hidup di dasar perairan.
Menurut Andik, Bengawan Jero masih menjadi salah satu lokasi yang cukup potensial bagi para pemancing karena kondisi airnya relatif alami dan masih banyak terdapat habitat ikan maupun udang.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan umpan sangat menentukan hasil tangkapan. Dalam kegiatan memancing tersebut, ia menggunakan dua jenis umpan yang berbeda untuk menyesuaikan dengan karakter ikan yang ada di sungai.
Untuk memancing udang conggah serta ikan dasar seperti ikan keting dan ikan bloso, Andik menggunakan umpan cacing. Sementara untuk ikan mujair yang cenderung menyukai makanan dari tumbuhan, ia menggunakan umpan lumut yang beli dari mas Husen dari toko Sumber Pancing .

Namun Andik juga mengungkapkan bahwa pada kesempatan tersebut sebenarnya ada beberapa jenis ikan yang tidak berhasil ia dapatkan. Menurutnya, hal itu karena ia tidak membawa umpan racikan khusus.
“Sayangnya kita tidak membawa umpan mbel-mbel racikan, jadi tidak dapat ikan Sombro dan ikan Bader,” ujar Andik Cokel sambil tersenyum.
Meski begitu, ia tetap menyampaikan pesan kepada para pemancing agar tidak patah semangat ketika hasil tangkapan belum maksimal. Ia juga menyarankan agar selalu menyiapkan racikan umpan yang tepat saat memancing.
Andik Cokel menegaskan para pemancing tetap harus semangat dan jangan lupa membawa Esen Tombo Lesu untuk campuran berbagai jenis umpan agar hasil tangkapan bisa lebih banyak.
“Yang penting tetap semangat mancing. Jangan lupa membawa Esen Tombo Lesu untuk segala campuran umpan ikannya, biar dapat ikan yang banyak,” tegasnya.
Kegiatan memancing tersebut dilakukan pada siang hari ketika kondisi cuaca cukup cerah dan arus sungai tidak terlalu deras. Waktu tersebut biasanya menjadi momen yang cukup baik bagi para pemancing karena ikan maupun udang mulai aktif mencari makan di sekitar pinggiran sungai.

Bagi masyarakat Desa Priyoso dan wilayah sekitar Karangbinangun, Bengawan Jero bukan hanya menjadi aliran sungai biasa. Tempat ini sering dimanfaatkan warga untuk memancing sebagai sarana hiburan sekaligus mencari tambahan hasil tangkapan ikan mujair, atau ikan udang.
Keberadaan pepohonan besar serta tumbuhan liar di sepanjang bantaran sungai juga membuat kawasan tersebut terasa sejuk dan alami. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa spot tersebut cukup diminati para pemancing dari berbagai desa di sekitarnya.
Warga pun berharap kondisi Bengawan Jero tetap terjaga agar ekosistem sungai tidak mengalami kerusakan. Jika lingkungan tetap terawat, berbagai jenis ikan seperti mujair limang nyarian, bloso, keting serta udang conggah masih dapat berkembang dan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar.
Keberhasilan Andik Cokel dalam mendapatkan udang conggah di spot ini sekaligus menunjukkan bahwa Bengawan Jero masih menyimpan potensi hasil tangkapan yang cukup baik bagi para pemancing di wilayah Lamongan. Aktivitas memancing di kawasan tersebut pun diperkirakan akan terus menjadi kegiatan favorit bagi warga yang ingin menikmati suasana alam sambil menguji kesabaran di tepi sungai.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































