SIARAN BERITA – Psikologi Massa dan Ketakutan yang Menular dari kacamata awam, panic buying adalah bentuk insting bertahan hidup. Ketika muncul kabar bahwa harga BBM akan naik besok, atau pasokan menipis,Namun, ada bias kognitif yang bermain di sini. Kita tidak lagi berbelanja berdasarkan kebutuhan aktual misalnya, tangki memang sudah kosong, melainkan berdasarkan ketakutan (Fear Of Missing Out) dan mentalitas kawanan.
Ketika kita melihat orang lain membawa jeriken atau ribuan motor antre di SPBU, logika kita sering kali terpinggirkan oleh kepanikan. Kita ikut mengantre berjam-jam demi menghemat beberapa ribu rupiah, tanpa menghitung biaya, waktu, tenaga, dan emosi yang terbuang di jalan.
Lalu muncul isu adanya kenaikan harga BBM membuat masyarakat semakin waspada dan panik akan kenaikan harga tersebut. Pasokan BBM yang dirancang untuk perhitungan normal per hari, tiba-tiba ribuan orang mengisi tanki bahan bakar mereka diisi penuh (full tank) pihak SPBU pun kewalahan yang seharusnya cukup untuk dua sampai tiga hari, ludes dalam hitungan jam.
Isu kelangkaan yang kenyataannya hanya hoaks, menjadi kenyataan pahit karena ulah kepanikan kita sendiri. Dampak nya pun terjadi di kalangan pekerja rentan seperti sopir angkot, pengemudi ojek online, kurir logistik yang hidupnya bergantung pada mobilitas harian karena kehabisan waktu di antrean. Pada akhirnya, fenomena (panic buying) BBM ini adalah ujian bagi kedewasaan sosial kita. Menghadapi ketidakpastian ekonomi memang tidak mudah, namun meresponsnya dengan kepanikan buta hanya akan memperburuk keadaan bagi semua orang.
Mari kita biasakan kembali untuk menyaring informasi sebelum bereaksi. Mengisi BBM sesuai kebutuhan normal tidak hanya menjaga kewarasan kita sendiri, tetapi juga merupakan bentuk empati nyata kepada sesama warga yang mungkin jauh lebih membutuhkan bahan bakar tersebut untuk menyambung hidup hari itu. Sebab, krisis sebenarnya bukanlah seberapa sedikit BBM yang tersisa di pom bensin, melainkan seberapa cepat kita kehilangan akal sehat dan kepedulian terhadap sesama.
Ditulis Oleh:
Bagas Arya Wicaksana, 25040830100, Universitas Negeri Yogyakarta
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


























































