Garut, 06 Maret 2026 – Menjalankan aktivitas belajar di bulan Ramadan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa. Rasa lapar dan haus yang harus ditahan sejak pagi kerap membuat konsentrasi belajar menurun, terutama ketika waktu sudah mendekati siang hari. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat belajar siswa di MIS Ar-Raudhotun Nur. Melalui inovasi pembelajaran yang kreatif, para guru terus berupaya menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan tetap bermakna.
Salah satu inovasi menarik yang baru-baru ini diterapkan adalah asesmen berbasis game atau permainan edukatif yang dilaksanakan di kelas 3. Asesmen ini menjadi salah satu cara kreatif untuk menjaga semangat belajar siswa, khususnya di tengah suasana menjalankan ibadah puasa. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, yang terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para siswanya. Menurutnya, proses belajar harus mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan agar siswa tetap termotivasi mengikuti pembelajaran, terutama saat kondisi fisik mereka sedang menahan lapar dan haus.
Dalam pelaksanaannya, Insan memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan membuat sebuah asesmen digital yang dikemas dalam bentuk permainan interaktif. Melalui tampilan yang menarik dan sistem penilaian berbasis poin, siswa diajak menjawab berbagai pertanyaan sesuai dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya. Menariknya, siswa tidak merasa sedang mengikuti ujian atau penilaian seperti biasanya. Mereka justru merasa seperti sedang bermain game bersama teman-temannya di dalam kelas.

Insan menjelaskan bahwa ide penggunaan asesmen berbasis game ini lahir dari hasil pelatihan yang pernah ia ikuti dalam sebuah workshop online yang membahas tentang inovasi pembelajaran berbasis teknologi. “Sebagai guru kita harus terus belajar dan mencari cara agar pembelajaran tidak terasa membosankan. Dari workshop online yang saya ikuti, saya mendapatkan inspirasi untuk membuat asesmen yang lebih menarik dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Insan.
Insan menambahkan bahwa metode ini sengaja diterapkan di kelas 3 karena pada usia tersebut siswa sangat menyukai aktivitas yang bersifat interaktif dan menyenangkan. “Saya mencoba menerapkannya di kelas 3 karena anak-anak pada usia ini sangat senang dengan permainan. Ketika asesmen dikemas seperti game, mereka merasa tertantang dan lebih bersemangat untuk menjawab setiap pertanyaan,” jelasnya.

Sebelum metode ini diterapkan, Insan mengaku sering menghadapi situasi di mana siswa mulai kehilangan fokus ketika waktu sudah memasuki siang hari. Kondisi tersebut cukup wajar, mengingat para siswa sedang menjalankan ibadah puasa. “Biasanya ketika sudah mendekati siang hari, anak-anak mulai terlihat mengantuk. Ada juga yang mulai merengek ingin pulang karena merasa lelah dan lapar. Itu kondisi yang sering terjadi di bulan Ramadan,” ungkapnya.
Namun suasana tersebut berubah ketika asesmen berbasis game mulai digunakan dalam pembelajaran. Begitu permainan dimulai, siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap pertanyaan yang muncul di layar. Suasana kelas yang sebelumnya cenderung tenang berubah menjadi lebih hidup. Para siswa berlomba-lomba menjawab pertanyaan dengan benar agar mendapatkan poin tertinggi. “Alhamdulillah setelah asesmen berbasis game ini diterapkan, anak-anak justru semakin semangat. Mereka terlihat sangat antusias dan fokus menjawab setiap soal. Bahkan mereka tidak terasa kalau sebenarnya sedang mengikuti penilaian,” kata Insan.
Para guru di MIS Ar-Raudhotun Nur juga menilai bahwa inovasi pembelajaran seperti ini sangat membantu dalam menjaga motivasi belajar siswa. Selain membuat suasana kelas lebih hidup, metode ini juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Bagi MIS Ar-Raudhotun Nur, inovasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan menyenangkan. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
Melalui penerapan asesmen berbasis game di kelas 3 ini, diharapkan siswa dapat terus menjaga semangat belajar mereka meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Kreativitas seorang guru dalam mengembangkan metode pembelajaran menjadi bukti bahwa pendidikan dapat tetap berjalan dengan menyenangkan dalam berbagai kondisi. Langkah kecil ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dalam dunia pendidikan dapat memberikan dampak besar bagi semangat belajar siswa, bahkan di tengah keterbatasan yang ada. Dengan semangat belajar yang terus tumbuh, diharapkan para siswa dapat meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.
Kontributor : Insan Faisal Ibrahim, S.Pd
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































