Setiap kali musim hujan datang, banjir seperti menjadi rutinitas tahunan yang sulit dihindari. Namun ketika di telusuri lebih dalam, penyebab utama bukan semata-mata karena curah hujan deras, melainkan krisis perilaku yang sudah mengakar lama. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, bangunan liar di atas saluran air, sampai sungai yang menyempit membuat bencana terjadi sebab akibat yang sebenarnya kita buat sendiri. Kita menciptakan masalahnya, akan tetapi alam yang sering kita salahkan.
Yang lebih menyedihkan, ketika perubahan iklim memperburuk kondisi, akan tetapi kedisiplinan melonggar. Tumpukan sampah plastik di sepanjang sungai perlahan menutup jalur air, membuat luapan semakin besar. Pemerintah dan masyarakat sama-sama sering sibuk menyalahkan pihak lain, padahal keduanya punya peran. Kebijakan yang tidak tegas dan perilaku masyarakat yang tak kunjung berubah adalah kombinasi yang nyaris sempurna untuk mendatangkan bencana.
Banjir seharusnya menjadi titik balik untuk kita semua. Edukasi publik, penegakan aturan yang konsisten, Pengelolaan sampah yang lebih maju, dan pengawasan pada daerah rawan banjir wajib dilakukan secara serentak. Tanpa perubahan sikap dan perilaku, semua program hanya menjadi wacana. Kita tidak kekurangan peringatan tentang banjir, setiap banjir sudah cukup menjari sinyal betapa rapuhnya kota ketika kita meremehkan hal-hal kecil yang dampaknya justru besar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































