Siaran Berita, 14 Februari 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, kembali muncul sosok muda yang aktif mengedukasi generasi sebaya tentang pentingnya literasi digital dan monetisasi keterampilan. Dimas Bayu Senoaji yang akrab disapa Dibay, merupakan konten kreator sekaligus entrepreneur muda yang berfokus membantu Gen-Z dan mahasiswa memahami potensi ekonomi di era berbasis perhatian (attention economy).
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, Dibay merupakan alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Ia mulai dikenal melalui akun TikTok @dibayy yang membahas kehidupan mahasiswa dan dinamika dunia kampus. Meski jumlah pengikutnya masih tergolong kecil, sekitar 1.100 followers, performa akunnya dinilai di atas rata-rata kreator dengan level serupa. Hal ini menunjukkan daya tarik serta pola kontennya yang kuat, membuat performa akunnya setara dengan kreator yang memiliki belasan ribu pengikut.
Sejak akhir 2024, Dibay mulai menekuni dunia entrepreneur. Ia mendirikan Ruang D, sebuah bisnis di industri produk digital yang berfokus pada edukasi monetisasi keterampilan. Melalui Ruang D, ia membantu Gen-Z terutama mahasiswa untuk memahami cara mengubah kemampuan pribadi menjadi sumber penghasilan di era digital.

Menurut Dibay, perubahan terbesar dalam ekonomi saat ini terletak pada pergeseran nilai dari aset fisik menuju perhatian publik. “Di era digital, perhatian adalah mata uang baru. Siapa yang mampu menarik perhatian, dia yang akan memenangkan persaingan. Karena itu, sebagai generasi muda seharusnya tidak perlu takut dianggap berbeda ketika mencoba membangun eksistensi,” ujarnya.
Pengalaman bisnisnya turut memperkuat kredibilitasnya di bidang tersebut. Dalam proyek bisnis sebelumnya, ia pernah terlibat dalam tim yang menghasilkan 3-digit ratusan juta dalam satu bulan. Di usia 23 tahun, Dibay juga telah meraup keuntungan belasan hingga puluhan juta rupiah dari industri produk digital yang kini menjadi fokus utamanya.
Ia mengakui perjalanan menuju titiknya saat ini, tidak lepas dari kegagalan. Namun menurutnya, kegagalan yang berulang justru menandakan perlunya kejelasan arah. “Sebelum bertumbuhan, seseorang harus memiliki kejelasan. Itulah alasan Ruang D dibentuk, untuk membantu teman-teman generasi muda memahami langkah yang tepat sebelum berkembang lebih jauh,” jelasnya.
Saat ini, Ruang D memasarkan produknya melalui platform penjualan digital Lynk.id dan terbagi dalam dua kategori utama yang menyasar kebutuhan edukasi serta pengembangan keterampilan digital. Dengan pendekatan tersebut, Dibay berharap semakin banyak mahasiswa dan masyarakat Gen-Z yang tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang ekonomi di dalamnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































