Bengkulu Selatan – Komitmen menghadirkan layanan pemasyarakatan yang lebih dekat dan responsif bagi masyarakat Bengkulu Selatan kian nyata. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu terus mengakselerasi pembentukan Bapas Manna melalui rangkaian koordinasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terkait rencana hibah aset daerah.
Langkah percepatan ini dilakukan melalui kunjungan koordinasi ke Badan Keuangan Daerah (BKD), Kantor Lurah Kampung Baru, serta Kantor Camat Kota Manna pada 9–11 Februari 2026. Kegiatan dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Kelas I Bengkulu, Herman Suryadi, didampingi PK Muda Lukman dan PK Madya Usni Anizar, bersama jajaran Pos Bapas Manna.
Dalam pertemuan dengan BKD Bengkulu Selatan, dibahas rencana hibah tanah dan bangunan eks Kantor Lurah Kampung Baru sebagai alternatif kantor Bapas Manna. Kepala BKD menyatakan dukungan penuh dan siap menyampaikan laporan kepada Bupati Bengkulu Selatan guna memperoleh persetujuan resmi hibah aset tersebut.
Koordinasi berlanjut ke Kantor Lurah Kampung Baru. Pihak kelurahan pada prinsipnya mendukung rencana hibah dan mempersilakan tim melakukan survei lapangan. Dari hasil peninjauan, ditemukan kondisi tanah miring sekitar 80 derajat di sisi kiri bangunan yang rawan longsor. Hal ini menjadi catatan penting dalam perencanaan teknis ke depan agar keamanan dan kelayakan bangunan tetap terjamin.
Selanjutnya, koordinasi dilakukan dengan Camat Kota Manna mengingat aset tersebut tercatat dalam register Kecamatan. Camat menyatakan dukungan dan kesiapan memfasilitasi kebutuhan administrasi proses hibah.
Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Yusep Antonius, menegaskan bahwa pembentukan Bapas Manna merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Hadirnya Bapas Manna akan mempercepat layanan pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan klien pemasyarakatan di Bengkulu Selatan. Ini bagian dari kesiapan kami menyambut implementasi KUHP baru dan penguatan keadilan restoratif di daerah,” tegasnya.
Sementara itu, PK Madya Usni Anizar menyampaikan bahwa keberadaan Bapas Manna akan berdampak langsung pada efektivitas pembinaan. “Dengan unit yang lebih dekat, proses litmas, pendampingan anak berhadapan dengan hukum, hingga pengawasan klien dewasa bisa dilakukan lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, Bapas Kelas I Bengkulu optimistis proses hibah dapat segera terealisasi. Kehadiran Bapas Manna diharapkan menjadi tonggak baru pelayanan pemasyarakatan yang lebih cepat, terjangkau, dan berorientasi pada pemulihan sosial masyarakat Bengkulu Selatan.(IH)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































