SUKOHARJO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia terus memperluas jangkauan dakwah dan pemberdayaan umat hingga ke akar rumput. Kali ini, melalui mitra pelaksananya, Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia, BAZNAS RI siap menggelar program istimewa bertajuk “Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan 1447 H”. Kegiatan ini akan dipusatkan di Pendopo Balai Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu-Ahad, 28 Februari hingga 1 Maret 2026.
Program Pesantren Marjinal Cahaya Ramadhan 1447 H ini sejatinya merupakan inisiatif berskala nasional yang dirancang BAZNAS RI untuk menjangkau kelompok masyarakat marjinal dan rentan di 20 titik strategis yang tersebar di kurang lebih 10 provinsi di seluruh Indonesia. Dilaksanakan dalam periode 16 Februari hingga 14 Maret 2026, program ini menargetkan total 2.000 penerima manfaat dengan skema pelaksanaan serentak selama 2 hari 1 malam di setiap lokasinya. Bekerja sama dengan lembaga mitra pelaksana di daerah, kegiatan ini dikemas dalam bentuk pembelajaran keislaman sederhana, praktik ibadah Ramadhan, pendampingan spiritual, serta kegiatan sosial keagamaan yang menyentuh hati.
Di Kabupaten Sukoharjo sendiri, program strategis BAZNAS RI ini secara spesifik menyasar 100 orang penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan pemuda. Mereka berasal dari kelompok rentan yang selama ini jarang tersentuh pembinaan formal, yakni penyandang disabilitas (tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa), serta remaja dari keluarga pra-sejahtera dan yatim dhuafa yang tersebar di berbagai wilayah Sukoharjo.
Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia selaku pelaksana program, Fadhel Moubharok Ibni Faisal, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan BAZNAS RI. Ia menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran negara dan lembaga zakat dalam merangkul generasi muda yang terpinggirkan.
“Program Pesantren Marjinal ini adalah amanah langsung dari BAZNAS RI yang kami laksanakan di lapangan. Fokus utamanya adalah spiritual healing dan penanaman karakter bagi anak-anak serta pemuda kita yang memiliki kebutuhan khusus maupun yang hidup dalam kondisi pra-sejahtera. Kami ingin mereka merasa diterima, dicintai, dan memiliki harapan baru menyambut Ramadhan. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi upaya menyentuh hati anak-anak muda Sukoharjo agar kembali pada fitrahnya,” ujar Fadhel Moubharok di Sekretariat Yayasan, Grogol, Sukoharjo.
Untuk memaksimalkan dampak pembinaan kepada para remaja dan pemuda ini, kegiatan akan menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif. Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukoharjo, Didit Ardiyanto, dijadwalkan hadir untuk memantik semangat kepemimpinan kaum muda. Isu lingkungan dan keselarasan alam akan dibawakan oleh M. Ibnu Nafiudin selaku Ketua Umum Santri Sahabat Bumi, sementara Roudhotul Jannah sebagai Duta Damai Jawa Tengah akan memberikan materi tentang perdamaian dan penerimaan diri.
Pelaksanaan program BAZNAS RI ini juga melibatkan kolaborasi multipihak yang solid di tingkat lokal. Yayasan Kiblat Abinaya menggandeng jejaring komunitas pendidikan inklusif, antara lain Sanggar Inklusi Permata Hati Polokarto, Sanggar Inklusi Anak Bangsa Weru, dan Sanggar Belajar Migunani Baki. Selain itu, unsur pelajar juga dilibatkan melalui Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU (Pelajar Nahdlatul Ulama) Kabupaten Sukoharjo serta dukungan penuh dari Pemerintah Desa Jatisobo selaku tuan rumah.
Selama dua hari satu malam, ke-100 peserta muda ini akan mengikuti serangkaian kegiatan edukatif dan rekreatif. Agenda dimulai dengan materi “Fitrah dan Penerimaan Diri”, dilanjutkan dengan buka puasa dan sahur bersama, shalat tarawih berjamaah, serta Qiyamullail (shalat malam).
Puncak kegiatan akan diisi dengan sesi “Komitmen dan Arah Perubahan” serta pembagian santunan dan bingkisan ramadhan dari BAZNAS RI. Melalui program ini, diharapkan lahir generasi muda Sukoharjo yang tangguh, berakhlak mulia, dan mandiri meski di tengah keterbatasan fisik maupun sosial.
Program ini adalah program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia yang pelaksanaannya dimandatkan kepada Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia. Yayasan ini berkedudukan di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dengan fokus pada bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































