Bela Negara merupakan kewajiban setiap warga negara untuk menjaga keutuhan NKRI, tidak hanya melalui tindakan fisik, tetapi juga melalui kontribusi moral, profesional, dan intelektual dalam dunia kerja. Dalam perspektif Program Studi Manajemen, Bela Negara dapat diwujudkan melalui penerapan etika bisnis, integritas, dan budaya organisasi yang bersih dari korupsi, kecurangan, dan penyalahgunaan kekuasaan. Hal ini penting karena dunia bisnis memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional yang merupakan bagian dari ketahanan negara. (Hidayat, 2021)
Nilai-nilai Bela Negara seperti cinta Tanah Air, kesadaran berbangsa, kesetiaan pada Pancasila, rela berkorban, serta kemampuan awal dalam membela negara dapat diterjemahkan ke dalam implementasi bisnis yang jujur, transparan, dan berintegritas. Jika dunia usaha dijalankan secara bersih, maka kepercayaan publik meningkat dan perekonomian dapat berkembang secara sehat. (Prasetyo & Nugroho, 2020)
1. Bela Negara dalam Perspektif Manajemen
Dalam ilmu manajemen, terutama pada aspek manajemen sumber daya manusia dan manajemen organisasi, nilai-nilai Bela Negara tercermin melalui perilaku profesional yang menjunjung integritas. Manajer dan karyawan bertanggung jawab menjaga proses bisnis agar tetap mengedepankan etika dan kepatuhan pada hukum. Ini sejalan dengan prinsip Bela Negara yang menekankan kesetiaan pada ideologi Pancasila, terutama nilai keadilan dan kejujuran. (Rahmawati, 2022)
Selain itu, manajemen modern menekankan pentingnya good corporate governance (GCG) yang mencakup transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran. Penerapan GCG di perusahaan merupakan bentuk Bela Negara, karena mencegah praktik koruptif yang merugikan keuangan negara dan masyarakat luas. (Suwanto, 2021)
2. Etika Bisnis sebagai Wujud Bela Negara
Etika bisnis mengatur bagaimana perusahaan beroperasi secara moral dan sesuai nilai-nilai keadilan. Dalam konteks Bela Negara, etika bisnis melindungi bangsa dari praktik yang merusak tatanan ekonomi seperti manipulasi laporan, penyuapan, penghindaran pajak, dan persaingan tidak sehat. Perusahaan yang menjalankan etika bisnis turut menjaga ekonomi nasional tetap kuat dan stabil. (Sunarto, 2020)
Etika bisnis juga menjamin perusahaan mengambil keputusan yang bukan hanya menguntungkan secara jangka pendek tetapi juga berkontribusi pada pembangunan negara. Ketika perusahaan mematuhi aturan, membayar pajak dengan benar, dan memperlakukan pekerja secara adil, mereka sebenarnya sedang menjalankan wujud nyata Bela Negara. (Kurniawan, 2023)
3. Integritas dalam Dunia Kerja dan Dampaknya terhadap Kepercayaan Publik
Integritas merupakan fondasi penting dalam dunia kerja dan menjadi bagian tak terpisahkan dari Bela Negara. Karyawan yang berintegritas bertindak sesuai prinsip moral, tanpa tergoda melakukan kecurangan meskipun memiliki kesempatan. Dalam organisasi, integritas menciptakan budaya kerja yang sehat dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan. (Mahendra, 2021)
Ketika kepercayaan publik tinggi, perusahaan dapat berkembang lebih stabil dan pada akhirnya membantu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di kancah global. Hal ini menunjukkan bahwa integritas bukan hanya nilai moral, tetapi juga memiliki dampak strategis terhadap ketahanan negara. (Anwar, 2022)
4. Pencegahan Korupsi sebagai Bentuk Bela Negara di Bidang Manajemen
Korupsi merupakan ancaman besar bagi pembangunan nasional karena melemahkan sektor ekonomi, menurunkan kepercayaan publik, dan merusak stabilitas negara. Perusahaan memiliki peran penting dalam mencegah korupsi melalui penerapan sistem pengendalian internal yang ketat, audit berkala, dan kebijakan anti-fraud. (Putri & Satria, 2021)
Dalam kacamata manajemen, penerapan Standard Operating Procedure (SOP), whistleblowing system, dan pemisahan fungsi wewenang (segregation of duties) merupakan langkah strategis untuk mencegah kecurangan. Perusahaan yang menerapkan mekanisme tersebut secara konsisten berarti berpartisipasi dalam upaya Bela Negara dengan menjaga perekonomian tetap bersih dan terpercaya. (Wibowo, 2020)
5. Mencegah Penyalahgunaan Wewenang dalam Organisasi Bisnis
Penyalahgunaan wewenang sering kali terjadi karena lemahnya pengawasan dan budaya organisasi yang permisif. Dalam teori manajemen, struktur organisasi, gaya kepemimpinan, dan perilaku kerja mempengaruhi tingginya risiko penyalahgunaan kekuasaan. Pemimpin yang beretika akan memastikan keputusan yang diambil tidak menyimpang dari tujuan perusahaan maupun kepentingan nasional. (Setiawan, 2023)
Upaya mencegah penyalahgunaan wewenang juga dapat dilakukan melalui pelatihan integritas, etika bisnis, serta pembentukan komite etik dalam perusahaan. Ketika pemimpin dan karyawan mampu mengendalikan kekuasaan agar tidak merugikan perusahaan atau negara, hal tersebut mencerminkan nilai-nilai Bela Negara dalam dunia kerja. (Lestari, 2022)
6. Peran Mahasiswa Manajemen dalam Mengimplementasikan Bela Negara
Mahasiswa manajemen memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai Bela Negara melalui etika bisnis dan integritas. Melalui pendidikan tinggi, mahasiswa dibekali kemampuan analisis, pengendalian bisnis, keuangan, strategi organisasi, dan kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut harus diiringi dengan komitmen moral untuk tidak melakukan kecurangan dalam studi maupun kerja nantinya. (Yuliana, 2020)
Selain itu, mahasiswa dapat menerapkan Bela Negara dengan menghadirkan inovasi manajerial yang menekankan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Ketika memasuki dunia kerja, mereka berperan sebagai agen perubahan yang membantu menciptakan perusahaan yang bersih dan profesional.
Penutup
Bela Negara bukan hanya tanggung jawab militer, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk pelaku bisnis dan profesional manajemen. Penerapan etika bisnis, integritas, pencegahan korupsi, dan penghindaran penyalahgunaan wewenang merupakan wujud nyata Bela Negara di ranah ekonomi dan organisasi. Tindakan ini membantu menjaga kepercayaan publik, memperkuat perekonomian, dan memastikan keberlangsungan negara dalam jangka panjang. Mahasiswa dan lulusan manajemen memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin masa depan yang diharapkan mampu menegakkan nilai-nilai ini secara konsisten.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































