Wacana redenominasi rupiah kembali mengemuka. Banyak pihak masih bertanya-tanya: “apakah Indonesia sudah siap menyederhanakan nilai rupiah tanpa mengubah daya belinya?”. Redenominasi bukan semata soal memangkas nol pada uang, tetapi tentang menyiapkan fondasi ekonomi, sistem, dan mental bangsa untuk lebih modern dan efisien.
Dua negara yang patut dijadikan pelajaran adalah Turki dan Korea Selatan. Keduanya berhasil menerapkan redenominasi karena dilakukan pada saat ekonomi mereka stabil, masyarakatnya siap, dan lembaga keuangannya kuat.
1. Belajar dari Turki: Redenominasi yang Didukung Reformasi Besar
Pada tahun 2005, Turki menghapus enam nol dari Lira lamanya dan memperkenalkan New Turkish Lira. Namun, langkah besar itu baru dilakukan setelah mereka menekan inflasi yang sempat mencapai tiga digit dan memperkuat sistem keuangan dalam negeri.
Turki tidak serta-merta memotong nol demi penampilan mata uang. Mereka membangun kepercayaan publik terlebih dahulu melalui disiplin fiskal, kebijakan moneter yang kredibel, dan reformasi lembaga keuangan. Akibatnya, ketika redenominasi diterapkan, masyarakat tidak panik bahkan menyambutnya sebagai simbol stabilitas baru.
Bagi Indonesia, ini menjadi pelajaran penting: redenominasi harus datang setelah stabilitas, bukan untuk menciptakan stabilitas.
2. Pelajaran Korea Selatan: Redenominasi Sebagai Simbol Kemandirian Ekonomi.
Korea Selatan melakukan reformasi mata uang pada tahun 1962, mengganti “hwan” menjadi “won.” Reformasi itu dilakukan bukan karena krisis, melainkan sebagai bagian dari restrukturisasi ekonomi nasional. Tujuannya jelas: menegakkan kedaulatan ekonomi dan membangun kepercayaan terhadap sistem keuangan.
Mereka tidak hanya mengganti simbol uang, tetapi juga membangun kembali lembaga keuangan dan sistem pembayaran nasional. Bank of Korea diberi peran yang lebih kuat, sistem moneter diperbarui, dan masyarakat diedukasi tentang nilai mata uang baru mereka.
Bagi Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa redenominasi bisa menjadi momentum memperkuat kelembagaan ekonomi dan memperdalam literasi keuangan masyarakat.
Jadi Kapan Indonesia Siap?
Secara makro, Indonesia sudah jauh lebih stabil dibanding satu dekade lalu. Inflasi kita konsisten di kisaran 2,5 ± 1%, defisit fiskal terkendali di bawah 3%, dan sistem pembayaran semakin digital. Namun, redenominasi tidak bisa dilakukan hanya karena indikator ekonomi baik.
Ada tiga prasyarat penting yang harus kita penuhi:
a. Stabilitas makro yang berkelanjutan. Kita perlu memastikan inflasi dan nilai tukar stabil dalam jangka panjang.
b. Kesiapan teknis dan kelembagaan. Semua sistem perbankan, e-wallet, dan mesin kasir harus kompatibel dengan rupiah baru.
c. Pemahaman publik. Masyarakat harus paham bahwa redenominasi bukan sanering. Nilai uang tidak berubah, hanya penyajian nominalnya yang disederhanakan.
Oleh karena itu, redenominasi tidak boleh tergesa-gesa. Pemerintah dan Bank Indonesia harus menyiapkan tahapan bertahap: mulai dari uji coba terbatas, penerapan harga ganda (dual pricing), hingga sosialisasi nasional. Ini bukan sekadar soal desain uang baru, tetapi soal trust kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan mata uangnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































