Bantul — (MTsN 6 Bantul)- Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di MTsN 6 Bantul terus dikemas secara inovatif dan menarik. Pada Selasa, (13/01/2026), siswa kelas VIII D mengikuti pembelajaran sejarah dengan tema awal kedatangan Belanda ke Indonesia melalui media layar digital yang menampilkan tayangan animasi edukatif.
Melalui animasi sejarah, siswa diajak menyelami latar belakang kedatangan bangsa Belanda ke Nusantara, mulai dari kondisi Eropa, motivasi perdagangan rempah-rempah, hingga peran VOC dalam aktivitas kolonial awal. Visualisasi bergerak yang ditampilkan membantu siswa memahami peristiwa sejarah secara runtut, kontekstual, dan lebih mudah dipahami.
Guru IPS, Siti Muslikah, menyampaikan bahwa penggunaan media animasi bertujuan untuk meningkatkan minat belajar serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. “Dengan media visual, siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga melihat langsung gambaran peristiwa sejarah sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan,” tutur Siti Muslikah.
Antusiasme siswa tampak selama proses pembelajaran. Mereka aktif mengamati tayangan, mencatat informasi penting, serta terlibat dalam diskusi kelas untuk mengulas dampak kedatangan Belanda terhadap kehidupan masyarakat Indonesia pada masa itu.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mengapresiasi pelaksanaan pembelajaran tersebut. Menurutnya, inovasi pembelajaran berbasis teknologi merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan zaman. “Pembelajaran sejarah tidak harus selalu identik dengan hafalan. Dengan media digital, siswa dapat memahami sejarah secara lebih hidup dan mendalam,” kata Sugiyono.
Melalui pembelajaran ini, diharapkan siswa kelas VIII D tidak hanya memahami fakta sejarah, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai pembelajaran dari masa lalu untuk membangun kesadaran sejarah dan karakter kebangsaan. (mus)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































