Garut, 17 Desember 2025 – MIS Ar-Raudhotun Nur kembali menghadirkan pembelajaran bermakna melalui kegiatan Wisata Edukasi ke Sawah Lega Hegar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa bersama semua guru sebagai bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung sebagai sumber belajar utama. Wisata edukasi ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga sebagai ruang refleksi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, sikap, dan karakter siswa.
Sejak kepergian dari madrasah, nuansa edukatif telah dibangun secara konsisten. Para guru memanfaatkan perjalanan menuju lokasi sebagai kelas berjalan. Pendidikan tidak berhenti pada tujuan akhir, tetapi justru dimulai sejak siswa melangkahkan kaki meninggalkan lingkungan madrasah. Pendekatan ini membuat siswa tetap fokus, teratur, dan sadar bahwa setiap momen dapat menjadi sarana pembelajaran.
Salah satu guru yang berperan aktif dalam kegiatan ini adalah Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd. Sepanjang perjalanan, beliau memberikan edukasi tentang rambu-rambu lalu lintas yang ditemui siswa. Dengan metode dialog interaktif, siswa diajak mengenali bentuk, warna, dan makna rambu-rambu serta pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari. “ Perjalanan ini tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga sarana belajar. Anak-anak harus tahu arti rambu lalu lintas sejak dini agar terbiasa disiplin dan peduli terhadap keselamatan ,” ujar Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd.
Selain edukasi lalu lintas, pembelajaran juga dimulai pada pengenalan potensi geografis Kabupaten Garut. Saat panorama alam mulai terlihat, Bapak Insan memperkenalkan beberapa gunung yang menjadi ikon daerah Garut. Salah satu yang menarik perhatian siswa adalah Gunung Piramid. Beliau menjelaskan ciri-ciri khas bentuk gunung tersebut, letak geografisnya, serta keunikan alam yang dimiliki Garut sebagai daerah pegunungan.
Setibanya di Sawah Lega Hegar Cibatu, suasana alam yang asri menjadi ruang belajar terbuka bagi siswa. Hamparan sawah hijau dimanfaatkan guru untuk memperkenalkan proses pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman padi, hingga peran petani dalam menjaga ketahanan pangan. Pembelajaran ini menjadi refleksi nyata dari materi yang selama ini dipelajari di kelas, khususnya pada tema lingkungan dan kehidupan sosial.
Kepala MIS Ar-Raudhotun Nur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam merancang konsep profil lulusan 8 dimensi. “Melalui wisata edukasi ini, kami ingin menumbuhkan karakter gotong royong, kemandirian, rasa syukur, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Anak-anak belajar langsung dari alam dan kehidupan nyata,” ungkapnya.
Nilai-nilai moderasi beragama juga ikut ditekankan dalam kegiatan ini. Siswa diajak untuk menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun sikap saling menghormati dan bekerja sama tanpa membedakan latar belakang. Kebiasaan sederhana seperti menjaga sampah, antre, dan saling membantu menjadi praktik nyata pembelajaran karakter. Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Salah seorang siswa mengungkapkan kegembiraannya mengikuti wisata edukasi ini. “Belajarnya seru, bisa lihat sawah langsung, tahu gunung-gunung di Garut, dan jadi tahu arti rambu-rambu di jalan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan Wisata Edukasi ke Sawah Lega Hegar Cibatu ini, MIS Ar-Raudhotun Nur menegaskan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Edukasi yang diberikan sejak perjalanan hingga di lokasi membuktikan bahwa setiap ruang dan waktu dapat menjadi sumber belajar. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan wawasan, karakter, serta kecintaan siswa terhadap alam dan daerahnya, sekaligus menjadi pengalaman berharga yang membekas dalam proses tumbuh kembang mereka.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































