Kondisi ekonomi Indonesia saat ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi rakyat. Di satu sisi pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di atas 5%, namun di sisi lain masyarakat dan pelaku usaha khususnya kelompok menengah merasakan tekanan nyata dari pelemahan daya beli seperti konsumsi rumah tangga, inflasi pangan, serta nilai pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar.
Kelompok kelas menengah sering disebut sebagai the squeezed middle atau “kelompok terjepit” karena mereka tidak mendapatkan bantuan sosial pemerintah namun sangat terdampak inflasi. Untuk menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian, kita perlu mengenyampingkan ego dan mulai berpikir secara objektif.
1. Mencatat Pengeluaran Dana
Untuk menganalisis seberapa efisiensi kita dan sebagai langkah awal untuk berhemat, mencatat setiap pengeluaran merupakan sebuah kewajiban. Pengeluaran dibagi menjadi tiga kategori, yaitu kebutuhan, biaya tetap, dan keinginan. Biaya kebutuhan adalah biaya yang harus dipenuhi oleh setiap orang mencakup biaya makan, transportasi, dan belanja rumah tangga. Biaya tetap adalah biaya rutin yang dikeluarkan setiap jangka waktu tertentu seperti cicilan, sewa, listrik, internet, dan asuransi. Sementara itu, keinginan adalah biaya yang tidak wajib dipenuhi dan lebih berfungsi sebagai self-satisfy seperti langganan streaming atau hobi.
Mencatat apa yang dibutuhkan dan menekan keinginan untuk sementara waktu merupakan langkah bijak dalam mengamankan tabungan finansial. Contoh rasio yang optimal adalah 50% kebutuhan, 30% kewajiban/tabungan, dan 20% keinginan.
2. Perhitungan Tabungan yang Dimiliki
Kita perlu menghitung berapa lama kita bisa bertahan hidup tanpa pendapatan sama sekali. Jurus saktinya adalah membagi tabungan yang dimiliki dengan total pengeluaran per bulan. Hindari investasi dan fokus menabung jika kita tidak bisa survive dalam 3 bulan. Hal ini bertujuan untuk menghindari apabila sewaktu-waktu terjadi situasi buruk secara mendadak.
3. Strategi Alokasi Aset
Pastikan sebagian besar aset dapat dicairkan dalam waktu < 24 jam. Hindari menaruh semua dana di aset yang tidak likuid seperti tanah, properti, atau aset dengan volatilitas tinggi seperti saham gorengan untuk uang yang akan dipakai dalam waktu dekat.
Jika ingin berinvestasi, pasar saham mungkin volatil karena outflow modal asing. Strategi yang tepat adalah dengan menjaga nilai modal. Alokasikan porsi lebih besar ke emas dan Surat Berharga Negara yang menawarkan imbal hasil tetap dan dijamin negara.

Sumber: Photo by Ari Bowo Sucipto on ANTARA
4. Manajemen Hutang
Prioritaskan melunasi hutang kartu kredit atau pinjaman online dan menghindari hutang konsumtif baru. Tidak membayar cicilan atau hutang akan menambah beban finansial dan memberatkan diri sendiri bahkan orang di sekitar kita ke depannya.
5. Investasi Human Resources
Gunakan waktu luang untuk mempelajari keahlian yang relevan dengan digitalisasi atau AI. Dalam manajemen, karyawan yang multi-skilled adalah yang diprioritaskan untuk bertahan saat terjadi perampingan perusahaan.
6. Pertanyaan Evaluasi
Sebelum melakukan pengeluaran baru, sebaiknya tanyakan pertanyaan ini terlebih dahulu ke diri sendiri: Apakah hal tersebut kebutuhan dasar? Apakah ada alternatif lebih murah? Apakah hal ini dapat menghasilkan income? Apakah tabungan kita sudah aman?
Penurunan ekonomi adalah bagian alami dari sistem makro dan bersifat siklis. Bagi mereka yang tetap objektif, masa merosot sering kali menjadi waktu terbaik untuk melakukan restrukturisasi strategi hidup yang lebih efisien. Satu hal yang selalu efektif dari dahulu adalah: utamakan fungsi bukan gengsi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































