Banyak pelajar yang merasa ragu untuk aktif berorganisasi karena takut nilai akademisnya turun. Apalagi jika kamu bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan jadwal praktikum yang padat. Namun, lewat tulisan ini, saya Ruli Rusdiana
ingin berbagi pengalaman nyata bahwa menjadi pelajar sekaligus anggota aktif Gerakan Pramuka adalah salah satu keputusan terbaik yang bisa kamu ambil di masa sekolah.
Sebagai siswa jurusan Akuntansi di SMKN 1 Rancah, keseharian saya tentu tidak lepas dari laporan keuangan, jurnal, dan angka-angka yang menuntut ketelitian. Tapi, di luar jam sekolah, saya menemukan dunia yang benar-benar berbeda dan menantang di lapangan Pramuka.
Lalu, bagaimana rasanya menyeimbangkan dua dunia ini, dan apa saja manfaat yang sebenarnya didapat?
Mengapa Memilih Aktif di Pramuka?
Banyak yang mengira Pramuka di tingkat Penegak (SMA/SMK) hanya sebatas baris-berbaris dan berkemah. Kenyataannya, jauh lebih dari itu. Di Pramuka, kita belajar soft skill yang tidak diajarkan secara langsung di dalam kelas, antara lain:
Kepemimpinan dan Tanggung Jawab: Belajar memimpin rapat regu, mengambil keputusan saat di alam bebas, dan bertanggung jawab atas keselamatan anggota.

Mental Pantang Menyerah: Terbiasa menghadapi kondisi tak terduga, seperti cuaca buruk saat kemah atau memecahkan masalah dengan alat seadanya.
Kerja Sama Tim: Menyadari bahwa ego pribadi harus ditekan demi keberhasilan bersama, sesuatu yang sangat berguna saat kita masuk dunia kerja nanti.
Cara Jitu Membagi Waktu Antara Tugas SMK dan Pramuka
Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul di Google: “Bagaimana cara membagi waktu antara sekolah dan organisasi?” Sebagai anak Akuntansi yang tugasnya butuh fokus tinggi, rasanya memang menguras tenaga saat harus beralih ke persiapan kegiatan fisik. Salah satu momen yang paling menantang adalah ketika mempersiapkan Pelantikan Bantara baru-baru ini. Fokus harus terbagi antara ujian sekolah dan memastikan acara kepramukaan berjalan lancar.
Berikut adalah tips dari saya agar keduanya tetap jalan:
Buat Skala Prioritas: Saat jam sekolah, fokus 100% pada pelajaran. Jangan membawa urusan organisasi ke dalam kelas, begitu pun sebaliknya.
Manfaatkan Waktu Luang: Kerjakan tugas sekolah segera setelah diberikan. Jangan ditunda sampai malam, karena sore harinya mungkin ada jadwal latihan rutin atau rapat sangga.
Komunikasi dengan Guru dan Pembina: Jika ada kegiatan besar yang menyita waktu, bicarakan baik-baik dengan wali kelas atau pembina agar mendapat bimbingan yang tepat.
Pengalaman Berharga: Dari Seragam Abu-Abu ke Seragam Cokelat
Puncak kebanggaan menjadi anggota Pramuka bukanlah saat kita memakai banyak tanda kecakapan di baju, melainkan saat kita berhasil mengalahkan rasa malas dan ego diri sendiri. Momen mengharukan seperti pelantikan Penegak Bantara menjadi bukti nyata. Rasa lelah, kurang tidur, dan fisik yang terkuras rasanya terbayar lunas saat melihat kekompakan teman-teman satu angkatan di SMKN 1 Rancah.
Ketelitian yang saya pelajari dari ilmu Akuntansi ternyata sangat terpakai saat menyusun rencana kegiatan Pramuka. Sebaliknya, kedisiplinan dan keberanian mengambil risiko dari Pramuka membuat saya lebih percaya diri saat menghadapi ujian atau presentasi di kelas.
Kesimpulan: Jangan Ragu Jadi Anak Pramuka
Menjadi pelajar aktif Pramuka memang butuh pengorbanan waktu dan tenaga. Namun, karakter mandiri, tangguh, dan disiplin yang terbentuk akan menjadi bekal masa depan yang sangat mahal harganya. Ke mana pun jalan karier kita nanti, mental seorang Praja Muda Karana akan selalu melekat.
Jadi, untuk kamu yang masih ragu, mulailah melangkah. Banggalah mengenakan seragam cokelatmu! Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Salam Pramuka!
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”




































































