JAKARTA, 26 Februari 2026 — Charlotte Olivia Theodorus sukses mencuri perhatian saat tampil dalam showcase musikal “Timun Mas in Wonderland” di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). Acara ini menjadi ajang perkenalan proyek yang nantinya akan dikembangkan ke layar lebar, sekaligus menampilkan aksi musikal para talenta utamanya secara langsung.
Jessica, ibunda Charlotte, menjelaskan bahwa proyek ini berawal dari peluncuran karya musik yang kemudian direncanakan menjadi film.
“Hari ini harinya Charlotte, lagi ada acara ‘Timun Mas in Wonderland’. Jadi itu seperti lagu dulu, nanti kita akan bikin filmnya (movie). Charlotte menyanyikan dua lagu, yang satu judulnya ‘Teka-teki’ dan satunya lagi ‘Bintang Pertama’,” ujar Jessica.
Lagu “Bintang Pertama” yang dibawakan Charlotte punya konsep unik karena memadukan beberapa bahasa internasional. Ada bahasa Jawa seperti “siji, loro, telu”, serta bahasa Prancis dan Korea. Konsep ini diharapkan bisa membuat karya tersebut dinikmati anak-anak dari berbagai negara.
“Lagu ‘Bintang Pertama’ itu ada beberapa bahasa. Ada bahasa Jawa seperti ‘siji, loro, telu’, terus juga ada bahasa Prancis dan bahasa Korea. Saya berharap ke depannya Timun Mas in Wonderland akan ditonton untuk semua anak-anak di Indonesia,” tambah Jessica.
Tak hanya piawai bernyanyi, Charlotte yang kini duduk di kelas 4 SD juga tengah mempelajari lima bahasa sekaligus.
“Lima bahasa. Semoga bisa lebih baik lagi dalam bahasa Inggris, Indonesia, Mandarin, Prancis, dan juga bahasa Korea,” kata Charlotte.
Sebelum terpilih, Charlotte harus mengikuti proses panjang melalui “Magical Casting Bootcamp”. Ia mengaku menikmati seluruh rangkaian pelatihan, meski cukup melelahkan.
“Saya mendapatkan waktu yang sangat menyenangkan. Di bootcamp ada banyak pelatih untuk menyanyi, menari, dan akting. Setelah bootcamp untuk para pemenang memang melelahkan, tapi ada bagian yang seru saat pembuatan video klip (MV),” tuturnya.
Jessica menambahkan, peserta bootcamp awalnya berjumlah sekitar 50 anak, kemudian diseleksi menjadi 15 orang, dan selanjutnya dipilih lagi tujuh sahabat utama.
“Peserta bootcamp itu banyak banget, sekitar 50-an, terus mereka pilih menjadi 15 orang, dan nanti akan dipilih lagi tujuh sahabat. Itu seru banget karena menambah teman baru dan pengalaman baru,” jelasnya.
Di balik keseruan itu, tantangan terbesar justru soal manajemen waktu. Jadwal Charlotte terbilang padat, mulai dari skating, les Mandarin, piano, hingga biola, ditambah proses syuting video klip dari pagi hingga malam.
“Tantangannya lagi itu mungkin karena syuting video klip dari pagi sampai malam, sedangkan dia capek karena ada ikut skating, les Mandarin, piano, violin. Paling menantang memang soal waktu,” kata Jessica.
Nama Charlotte sendiri sudah dikenal di dunia kontes kecantikan anak. Ia pernah meraih gelar Miss Tionghoa 2024 dan mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan saat menyandang gelar Miss Tionghoa Pariwisata.
Kini, dengan tiga lagu yang sudah dimilikinya—termasuk beberapa dalam bahasa Inggris—Jessica berharap keterlibatan Charlotte di proyek “Timun Mas in Wonderland” bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia.
“Kalau anak-anak ikut program seperti ini bagus banget, jadi mereka bisa punya kemampuan bicara di depan publik (public speaking) dan keterampilan sosial yang bagus. Saya senang sekali bisa ikut acara ini,” pungkas Jessica.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































