Sejak kunjungan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi ke Kabupaten Cirebon tepatnya di Kawasan Batik Trusmi pada Senin (02/06/2025) pagi, Ia menyoroti kondisi lingkungan sekitar kawasan yang ternyata tidak terawat dan terjaga. KDM merasa prihatin atas kondisi tersebut, sehingga Ia menugaskan 70 petugas kebersihan dari Dinas Pekerjaan Umum milik Provinsi Jawa Barat yang dikerahkan untuk melakukan pembersihan di kawasan.
Alhasil, wilayah sekitar kawasan yang sebelumnya tidak terawat dan terjaga menjadi lebih tertata rapih. Jalanan sekitar kawasan Batik Trusmi sudah nyaman untuk dijejaki para pejalan kaki yang ingin menikmati budaya Cirebon dengan suasana syahdu ketika malam hari. Sementara itu, para pedagang kaki lima yang ada di sepanjang Jalan Syekh Datul Kahfi kini sudah direlokasi ke tempat baru.
Perelokasian tersebut kini berada di Jalan H. Abas yang berjarak kurang lebih 1 km ke arah barat dari kawasan Batik Trusmi, dan sudah berjalan selama kurang lebih 5 bulan sejak kunjungan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Wilayah ini awalnya merupakan Terminal Weru yang kemudian sudah tidak terlalu aktif digunakan. Meskipun tempat tersebut sempat kembali aktif saat pedagang Pasar Pasalaran direlokasi akibat kebakaran, namun kembali kosong setelah mereka menempati kios baru.
Kabar baiknya, Jalan H. Abas kembali lebih aktif oleh mobilisasi masyarakat dalam menikmati budaya Cirebon melalui kehadiran Pasar Batik sekaligus menjadi pusat wisata kuliner malam di Cirebon. Kehadiran wisata kuliner malam tersebut telah resmi dibuka dan dikenal dengan Pusat Jajanan Trusmi.

Masyarakat tentunya menyambut dengan antusias kebijakan baru tersebut. Salah satunya dirasakan oleh Iin dan suami, pedagang kue tradisional (awug beras) yang berjualan di Pusat Jajanan Trusmi. Iin menyatakan bahwa sejak ada kebijakan relokasi pedagang, Ia merasa bahwa lebih nyaman berdagang di tempat baru. Hal itu dilihat dari omzet pendapatan yang semakin naik mencapai dua kali lipat lebih,
“Kalo saya sih lebih di sini, soalnya kalo di sana 5 kg, kalo di sini sih 12 kg, 13 kg” ungkapnya. Iin juga menambahkan bahwa berdagang di tempat baru lebih ramai pembeli karena viral, sehingga banyak pengunjung yang datang dari berbagai macam wilayah.
Di balik keuntungan yang didapatkan, Iin dan suami turut menuturkan kendala yang dihadapi terutama ketika sudah memasuki musim hujan di penghujung tahun seperti sekarang ini. “Tapi kalo hujan gini terus, paling tiga kukusan, dua kukusan, 3 kg” tutur keduanya. Meskipun kondisi musim hujan seperti saat ini, Iin bersyukur jika kondisi hujan yang turun tidak terlalu menghambat kegiatannya ketika berjualan sehingga masih dijumpai beberapa pembeli yang datang. “Nah, ini mending kan hujannya reda” tambahnya.
Di samping itu, peran pemerintah desa setempat juga sangat penting demi menciptakan koordinasi bagi semua pihak yang terlibat. Menurut keterangan Iin, para pedagang di sana selalu turut serta dilibatkan dalam segala bentuk keputusan. Misalnya ketika akan diselenggarakan suatu event meriah di kawasan tersebut, mereka dilibatkan dalam kegiatan rapat yang diadakan oleh pemerintah desa.
Upaya yang dilakukan pemerintah desa setempat dengan sering menyelenggarakan berbagai jenis event menarik dinilai dapat menarik perhatian masyarakat terhadap keberadaan tempat tersebut sekaligus mempromosikan budaya asli Cirebon. Selain itu, UMKM di sekitar kawasan pusat jajanan turut diuntungkan karena meningkatnya jumlah pengunjung yang mendorong kenaikan omzet.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































