Bandung Barat– Di tengah arus globalisasi yang kian cepat dan tantangan zaman yang semakin kompleks, Yayasan Babussalam Al Munawwir hadir sebagai pendidikan yang meneguhkan nilai, menumbuhkan daya pikir, dan menyalakan kemandirian. Berangkat dari Kampung Cikokosan, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, yayasan ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis keagamaan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kokoh secara spiritual, tetapi juga siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Di bawah kepemimpinan Ustadz Nenda Solihin bersama Ustadzah Santika, S.Pd., Yayasan Babussalam Al Munawwir mengembangkan model pembelajaran terpadu yang memadukan pendidikan agama, pendidikan umum, dan keterampilan kewirausahaan dalam satu kesatuan yang saling menguatkan. Pendidikan tidak dipahami semata sebagai proses transfer ilmu, melainkan sebagai ikhtiar membentuk manusia seutuhnya, berakhlak, berilmu, dan berdaya.
Pendidikan agama dijadikan fondasi utama untuk menanamkan nilai keimanan, akhlakul karimah, serta kesadaran sosial. Di saat yang sama, peserta didik dibekali dengan pendidikan umum yang mendorong nalar kritis, literasi, dan wawasan keilmuan yang luas. Uniknya, seluruh proses tersebut dilengkapi dengan pembinaan keterampilan hidup dan kewirausahaan sebagai bekal nyata menghadapi realitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Ustadz Nenda Solihin menuturkan bahwa pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga tangguh.
“Anak-anak hari ini akan hidup di masa yang penuh persaingan. Jika mereka hanya dibekali teori, maka mereka akan tertinggal. Karena itu, pendidikan harus menyentuh karakter, keahlian, dan keberanian untuk mandiri,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Hal senada disampaikan Ustadzah Santika, S.Pd. Menurutnya, pembelajaran di Yayasan Babussalam Al Munawwir dirancang agar peserta didik mengalami langsung proses belajar yang bermakna. Tidak hanya duduk dan mendengar, tetapi juga berlatih, mencoba, dan berkarya.
Melalui program pelatihan menjahit, pengenalan dasar-dasar kewirausahaan, hingga pembiasaan berpikir kreatif dan produktif, peserta didik dilatih untuk melihat peluang, bekerja dengan disiplin, serta menumbuhkan mental pantang menyerah.
Buah dari pendidikan terpadu tersebut kini mulai terlihat nyata. Yayasan Babussalam Al Munawwir tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga melahirkan figur inspiratif yang memberi dampak luas bagi masyarakat. Salah satunya adalah Luthfi Muhammad Fikri Al Zawad, C.P.S., alumni yang menjadi representasi keberhasilan pendidikan berbasis nilai dan kemandirian.
Luthfi dikenal sebagai Da’i Muda Kementerian Agama Republik Indonesia, yang aktif menyuarakan dakwah yang moderat, solutif, dan relevan dengan realitas generasi muda. Dengan gaya dakwah yang komunikatif dan berakar pada nilai keilmuan, ia hadir sebagai jembatan antara tradisi pesantren dan tantangan zaman modern.
Tidak berhenti di tingkat nasional, kiprah Luthfi juga menembus panggung internasional. Ia dipercaya sebagai delegasi International Conference Santri Mendunia, sebuah forum bergengsi yang mempertemukan santri-santri pilihan dari berbagai negara untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang damai dan berkemajuan.
Prestasi lainnya semakin menegaskan kualitas pendidikan yang ditempuhnya. Luthfi dinobatkan sebagai Duta Ragam Nusantara, sebuah pengakuan atas perannya dalam merawat nilai keberagaman, budaya, dan persatuan bangsa. Di bidang kemandirian ekonomi, ia juga berhasil lolos sebagai 100 besar Santri Preneur BAZNAS RI, program nasional yang menyeleksi santri-santri terbaik dengan potensi wirausaha unggulan.
Capaian tersebut bukanlah prestasi personal semata, melainkan cermin dari sistem pendidikan yang menanamkan nilai, membangun visi, dan melatih keberanian untuk melangkah. Dari ruang-ruang belajar sederhana di Kampung Cikokosan, Yayasan Babussalam Al Munawwir telah mengirimkan pesan kuat, bahwa pendidikan yang tulus, terpadu, dan berorientasi masa depan mampu mengantarkan anak bangsa menembus batas-batas geografis dan sosial.
Melalui ikhtiar yang terus berkelanjutan, Yayasan Babussalam Al Munawwir berkomitmen untuk terus menjadi pusat lahirnya generasi berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan mandiri secara ekonomi. Sebuah ikhtiar sunyi dari pelosok daerah, yang kini gaungnya mulai terdengar hingga panggung nasional dan dunia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































