Permasalahan sampah plastik masih menjadi isu serius yang dihadapi banyak wilayah, termasuk desa-desa yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah terpadu. Limbah plastik yang sulit terurai serta oli bekas yang berpotensi mencemari tanah dan air sering kali hanya dibuang tanpa pengolahan lanjutan. Padahal, apabila dikelola dengan pendekatan inovatif, kedua jenis limbah tersebut dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Seiring meningkatnya kebutuhan material konstruksi dan dorongan terhadap pembangunan berkelanjutan, pemanfaatan limbah sebagai bahan alternatif menjadi solusi yang semakin relevan. Inovasi produk konstruksi berbasis limbah tidak hanya berkontribusi pada pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi masyarakat desa yang memiliki keterbatasan akses terhadap lapangan kerja formal
Di Desa Ngadirojo Kidul, permasalahan limbah plastik masih menjadi tantangan tersendiri. Limbah tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas rumah tangga, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, limbah cenderung dibiarkan menumpuk, dibakar atau dibuang tanpa pengolahan, sehingga belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas lingkungan dan minimnya aktivitas ekonomi produktif berbasis sumber daya lokal. Tanpa inovasi pengelolaan limbah, potensi ekonomi desa menjadi terabaikan, sementara risiko pencemaran lingkungan terus meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara bersamaan.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 128 menginisiasi program pengolahan sampah plastik menjadi paving block. Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan limbah lokal menjadi produk konstruksi yang memiliki nilai guna dan nilai jual, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, serta membuka peluang usaha baru berbasis lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi desa melalui pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak bernilai

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah. Sampah plastik bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi jika diolah dengan teknologi sederhana yang bisa diterapkan di desa,” ujar salah satu mahasiswa KKN Undip.
Kegiatan difokuskan pada pelatihan teknis pembuatan paving block berbahan limbah, meliputi proses pemilihan bahan, teknik pencampuran plastik dan oli bekas, pencetakan menggunakan alat sederhana, hingga proses pengeringan dan pengujian kekuatan hasil produksi. Materi disampaikan secara praktik langsung agar mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 26/01/2026 di Desa Ngadirojo Kidul, Dusun Sambirejo dan diikuti oleh anggota Karang Taruna desa setempat. Para peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan bahan hingga proses pencetakan paving block, sehingga memperoleh pengalaman langsung yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi desa.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari keaktifan Karang Taruna dalam berdiskusi dan mencoba proses pembuatan paving block secara mandiri. Para peserta juga menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan kegiatan ini sebagai usaha bersama yang dapat dikelola oleh pemuda desa.
“Saya baru tau kalau plastik dan oli bekas bisa dibuat jadi paving block. Kalau nanti bisa diproduksi rutin, ini bisa jadi tambahan penghasilan untuk pemuda di desa,” ungkap salah satu anggota Karang Taruna Ngadirojo Kidul.
Inovasi paving block berbahan limbah ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan, baik untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur desa maupun sebagai produk ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, produk ini berpeluang menjadi komoditas unggulan desa.
“Kami berharap program ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat dilanjutkan oleh Karang Taruna sebagai kegiatan produktif yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi desa,” tambah salah satu mahasiswa KKN Undip.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, masyarakat Desa Ngadirojo Kidul diharapkan mampu mengurangi permasalahan limbah plastik, sekaligus memanfaatkannya sebagai ekonomi baru. Keterlibatan aktif Karang Taruna menjadi modal penting dalam mendorong keberlanjutan program dan penguatan ekonomi desa berbasis inovasi ramah lingkungan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































