Bantul (MAN 4 Bantul) – Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah pribadi bagi siswa MAN 4 Bantul, tetapi juga menjadi ruang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program bakti TPQ yang dicanangkan tim keagamaan madrasah, para siswa kelas X dan XI terjun langsung membantu kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
Program ini mendorong siswa untuk tidak hanya belajar agama di kelas, tetapi juga menyalurkan ilmunya kepada masyarakat. Salah satu contoh datang dari dua siswi kelas X E2, Lu’lu’ Balqies dan Umaiza, yang melaksanakan bakti TPQ di Masjid An Nashir Banguntapan Bantul. Keduanya aktif membantu kegiatan TPA dengan mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an, membimbing hafalan, hingga mendampingi berbagai aktivitas keagamaan.
Tidak berhenti pada kegiatan rutin TPA, Lu’lu’ dan Umaiza juga terlibat dalam kegiatan pesantren kilat yang diselenggarakan di Masjid An Nashir pada Ahad (08/03/2026). Dalam kegiatan tersebut, keduanya turut mendampingi anak-anak sejak awal hingga akhir acara, membantu mengondisikan peserta, serta memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat.
Kehadiran para siswa MAN 4 Bantul di tengah kegiatan masjid dan TPQ ini disambut hangat oleh masyarakat. Selain membantu para ustaz dan pengajar setempat, kehadiran mereka juga memberikan energi baru bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan keagamaan.
Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa dalam kegiatan keagamaan di masyarakat. Menurutnya, program bakti TPQ menjadi salah satu bentuk nyata pendidikan karakter yang diterapkan di madrasah.
“Partisipasi siswa dalam kegiatan masjid dan TPQ di lingkungan masing-masing merupakan hal yang sangat positif. Mereka tidak hanya belajar agama di madrasah, tetapi juga berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa siswa MAN 4 Bantul mampu hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan bakti TPQ ini, siswa MAN 4 Bantul belajar bahwa ilmu tidak hanya untuk dipahami, tetapi juga untuk diamalkan dan dibagikan. Ramadan pun menjadi lebih bermakna ketika langkah kecil mereka di masjid-masjid kampung berubah menjadi cahaya pembelajaran bagi generasi yang lebih muda. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































