MATARAM – Program Studi Sosiologi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan realitas sosial melalui pelaksanaan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2026. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran empiris bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik pelayanan sosial dan perlindungan terhadap kelompok rentan di tingkat kelembagaan pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Program PKL ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan perspektif dan teori sosiologi dalam konteks nyata, khususnya dalam memahami peran institusi sosial dalam menangani permasalahan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek administratif, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengamati proses kerja, pelayanan, serta implementasi kebijakan sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ditempatkan di beberapa bidang strategis, yaitu Bidang Rehabilitasi Sosial, Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, serta bagian Kesekretariatan, khususnya Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Penempatan ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai sistem kerja kelembagaan dalam pelayanan sosial.
Pada Bidang Rehabilitasi Sosial, mahasiswa mempelajari berbagai program pemulihan dan pemberdayaan sosial bagi individu yang mengalami kerentanan sosial, seperti penyandang disabilitas, anak terlantar, dan kelompok rentan lainnya. Mahasiswa mengamati proses asesmen sosial, pendampingan, serta upaya rehabilitasi yang bertujuan untuk mengembalikan keberfungsian sosial individu. Melalui pengalaman ini, mahasiswa memahami bahwa rehabilitasi sosial merupakan proses yang tidak hanya berfokus pada bantuan material, tetapi juga pada pemulihan kondisi sosial, psikologis, dan kemandirian individu.
Sementara itu, pada Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai mekanisme perlindungan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat rentan. Mahasiswa mempelajari proses pendataan, verifikasi, serta implementasi berbagai program perlindungan sosial, seperti Program Keluarga Harapan dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) melalui BPJS Kesehatan. Selain itu, mahasiswa juga ikut turun lapangan dalam kegiatan Sekolah PKH yang didampingi oleh para pendamping PKH. Keterlibatan ini memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa dalam memahami proses pendampingan sosial, pemberdayaan keluarga penerima manfaat, serta dinamika interaksi antara pendamping sosial dan masyarakat. Pengalaman ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran negara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat serta memastikan bahwa bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan efektif.
Selain itu, mahasiswa yang ditempatkan pada bagian Kesekretariatan, khususnya PPID, mengembangkan kompetensi dalam membantu mengelola informasi publik secara digital. Mahasiswa mengasah ketelitian melalui tugas merekap dan mengelola aduan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial resmi dinas. Tidak hanya itu, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam mengoperasikan sistem pelayanan publik digital milik dinas sosial, seperti pengelolaan website resmi dan sistem informasi pelayanan sosial SIMELATI. Pengalaman ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi informasi, serta responsivitas lembaga pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui keterlibatan langsung di berbagai bidang tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam memahami dinamika kerja institusi pemerintah dalam menangani permasalahan sosial. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana kebijakan sosial diimplementasikan, serta bagaimana interaksi antara aparatur pemerintah dan masyarakat berlangsung dalam proses pelayanan sosial.
Program PKL ini menjadi langkah penting dalam membentuk kapasitas akademik dan profesional mahasiswa Sosiologi Universitas Mataram. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis mahasiswa, tetapi juga meningkatkan kepekaan sosial, kemampuan analisis, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam bidang kesejahteraan sosial dan pembangunan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi generasi sosiolog yang tidak hanya memahami realitas sosial secara teoritis, tetapi juga mampu berperan aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sinergi antara dunia akademik dan institusi pemerintah melalui program PKL ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































