Seorang mahasiswa bernama Rama membagikan pengalamannya dalam menjalani peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus membantu usaha orang tuanya. Di tengah kesibukan perkuliahan, Rama memanfaatkan waktu akhir pekan dan libur panjang untuk membantu usaha ibunya yang bergerak di bidang kuliner, yakni penjualan Es Teh Kampoeng Solo.
Rama menuturkan bahwa pengalaman tersebut memberinya pemahaman baru mengenai arti kelelahan. Menurutnya, kelelahan yang dirasakan mahasiswa selama menjalani perkuliahan berbeda dengan kelelahan yang dialami saat bekerja. Perkuliahan lebih banyak menguras energi mental, sementara bekerja menuntut kekuatan fisik dan kestabilan emosi.
Selama menjalani perkuliahan, Rama kerap menghadapi tekanan akademik berupa tugas yang menumpuk dan jadwal yang padat. Kondisi ini membuat mahasiswa harus mampu mengelola stres agar tetap fokus dan produktif dalam menjalani aktivitas akademik sehari-hari.
Sementara itu, saat membantu berjualan, Rama merasakan tantangan yang berbeda. Aktivitas bekerja menuntut ketahanan fisik, kesabaran, serta kemampuan berinteraksi dengan pembeli. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai beban kerja yang selama ini mungkin tidak sepenuhnya disadari oleh banyak orang.
Menjalani dua peran sekaligus membuat Rama semakin memahami pentingnya empati terhadap sesama. Ia menilai bahwa baik mahasiswa maupun pekerja memiliki tanggung jawab dan tekanan masing-masing yang tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Dari sudut pandang psikologis, pengalaman menjalani peran ganda tersebut turut melatih kemampuan Rama dalam mengatur waktu, mengelola emosi, dan menyelesaikan tanggung jawab. Pembelajaran ini dinilai memberikan dampak positif terhadap perkembangan kedewasaan dan cara pandangnya terhadap kehidupan sosial.
Melalui pengalaman tersebut, Rama berharap masyarakat dapat lebih menghargai setiap peran yang dijalani seseorang. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya diperoleh melalui bangku perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman hidup yang membentuk karakter serta pemahaman terhadap realitas sosial.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































