Palembang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi 84 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, khususnya Kelompok 204, tengah melakukan terobosan penting dalam mendukung transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program ini, mereka mendorong pelaku UMKM untuk beralih dari sistem pembayaran tunai ke digital dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, termasuk di Sumatera Selatan. Namun, masih banyak pelaku usaha yang bergantung pada transaksi tunai. Hal ini sering menimbulkan kendala, mulai dari keterbatasan pencatatan keuangan hingga risiko keamanan. Melihat tantangan tersebut, mahasiswa KKN Rekognisi 84 hadir dengan solusi praktis: memperkenalkan QRIS sebagai metode pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Ketua Kelompok 204, Abdul Ghofururrohim, menyampaikan:
“Kami ingin UMKM di Palembang tidak tertinggal dalam era digital. QRIS bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membuka peluang usaha lebih luas. Dengan pembayaran digital, UMKM bisa lebih dipercaya dan siap bersaing.”
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM binaan, Ibu Tamara, penjual donat, mengaku terbantu dengan program ini:
“Awalnya saya ragu, karena terbiasa pakai uang tunai. Tapi setelah diajari mahasiswa, ternyata QRIS lebih praktis. Pembeli senang, saya juga tidak repot lagi soal uang kembalian.”
Dampak Positif
Program ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM. Dengan QRIS, mereka kini dapat:
Melayani konsumen dengan lebih fleksibel, tanpa repot menyediakan uang kembalian.
Memperluas pasar, karena konsumen semakin terbiasa dengan pembayaran digital.
Meningkatkan transparansi dan akurasi pencatatan keuangan usaha.
Mahasiswa KKN Rekognisi 84 berharap inisiatif ini menjadi langkah awal bagi UMKM di Palembang untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi digital melalui QRIS bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk naik kelas dan bersaing di era ekonomi modern.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































