Tarutung, 9 Oktober 2025- Hari yang cerah dan penuh sukacita menyelimuti Kabupaten Tapanuli Utara pada kamis, 9 Oktober 2025, Hari Ulang Tahun Tapanuli Utara. Perayaan delapan dekade ini berlangsung megah dengan adanya lomba kegiatan seni dan budaya juga atraksi yang menampilkan tradisi Batak yang begitu mempesona juga semangat gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah kemajuan zaman. Momen ini tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga wujud cinta masyarakat terhadap tanah leluhur, Bona Pasogit Tapanuli Utara yang terus melangkah maju tanpa meninggalkan akar budayanya.

Acara istimewa ini di pimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama istri tercinta, juga wakil Bupati Dr.Deni Lumbantoruan, M.Eg., kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Tapanuli Utara yang berbudaya, maju, dan beriman.

Kemeriahan acara di buka dengan penampilan Drumban SMP Negeri 2 Tarutung, yang tampil gagah dan bersemangat, memukau para penonton dengan irama yang energik.

setelah itu di lanjut dengan lomba menghias sepeda sambil menggohes sejauh 5km, peserta dari berbagai kalangan menampilkan karya kreatif mereka, menghias sepeda dengan warna dan corak adat Batak serta tempat wisata, dan makanan juga kerajinan khas Tarutung. setiap sepeda seolah seolah menjadi menjadi lukisan hidup yang membawa pesan bahwa budaya Batak tetap melekat dalam keseharian masyarakat Tapanuli Utara.

Dalam kegiatan ini, Kapolsek Sipoholon, Bapak Tona Simanjuntak, tampil siaga sebagai pengambil acara sekaligus mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. dengan kerja sama yang baik bersama aparat dan panitia, ia memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertip dan tanpa hambatan menjaga kelancaran acara hingga selesai.

Dari kalangan pelajar SD Negeri 17314 Hutaraja tampil memukau lewat tortor marsidapari, tarian tradisional yang menggambarkan semangat kebersamaan, saling menolong, dan gotong royong masyarakat Batak. Tarian ini di buka dengan kata sambutan atau poda ( nasehat/kata-kata motivasi yang jadi pegangan pada masyarakat Batak), oleh Bapak Delikson Situmorang, S.Ag., dalam kesempatan tersebut beliau berkata:
” Anakkon hi do hamoraon di au, yang artinya: anak-anakku adalah harta yang paling berharga dari pada semua yang ku miliki di dunia.”, ujar Bapak Delikson Situmorang, S.Ag., kamis (9/10/2025) ungkapan sederhana ini menggambarkan filosopi luhur Batak tentang pentingnya keluarga, pendidikan, dan generasi penerus sebagai penerang masa depan.

Sementara itu SD Negeri 173386 Onan Runggu, menampilkan tortor Pusuk Buhit. tortor ini merefleksikan semangat masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai budaya dan kebersamaan di tengah arus modernisasi. Tortor ini mengisahkan nilai-nilai kehidupan yang bersumber dari puncak pusuk buhit. Dibawah arahan ibuk Margaret Sinaga Guru Agama yang berdedikasi tinggi, para siswa menari dengan luar biasa seolah menghidupkan kembali nafas sejarah dari Puncak Pusuk Buhit, Gunung yang di percaya sebagai tempat asal mula orang Batak.
Suasana semakin haru ketika masyarakat menunjukkan kepedulian dan apresiasi mereka dengan memberikan sumbangan sukarela ke dalam tandok, wadah tradisional khas Batak yang terbuat dari anyaman. Setiap lembar uang yang jatuh ke tandok menjadi simbol cinta dan apresiasi penghargaan terhadap seni lokal. Acara ini menegaskan kebersamaan dan kemajuan di masa kini.
Antusiasme masyarakat yang begitu besar, tawa anak-anak yang ceria, serta semangat para pemimpin daerah yang turun langsung bersama rakyatnya menciptakan suasana haru dan bangga delapan dekade perjalanan Tapanuli Utara menjadi kisah panjang tentang keteguhan, kasih, kebersamaan dan perayaan ini adalah bukti bahwa semangat itu akan terus menyala di hati setiap generasi.
” Dari Pusuk Buhit hingga Tarutung, dari tortor hingga ulos, budaya Batak bukan sekedar kenangan, ia adalah nafas kehidupan Tapanuli Utara yang akan berlanjut sepanjang masa seperti motto Tapud.”, ujar Ibu Margaret Sinaga Guru Agama ( kamis/9/10/2025).
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































