Garut, 15 Desember 2025 – Dedikasi dan semangat belajar sepanjang hayat kembali ditunjukkan oleh salah satu guru MIS Ar-Raudhotun Nur, Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd. Di tengah beragam tanggung jawab yang diemban, ia tetap konsisten meningkatkan pemahaman dan kompetensi di bidang pendidikan dengan mengikuti pelatihan secara daring melalui platform MOOC Pintar Kementerian Agama. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kesibukan tidak menjadi penghalang bagi seorang guru untuk terus bertumbuh dan belajar. Saat ini, Bapak Insan tengah disibukkan dengan berbagai amanah, mulai dari tugas mengajar, proses penginputan nilai siswa melalui Rapor Digital Madrasah (RDM), hingga statusnya sebagai mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 4. Meski demikian, ia tetap memegang teguh prinsip profesionalisme dengan tidak melepaskan kewajibannya sebagai pendidik untuk terus memperbarui wawasan dan kemampuan, seiring dengan dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.
Pelatihan yang diikuti kali ini bertema Pendidikan Inklusif Berjenjang Tingkat Dasar, sebuah program yang menekankan pentingnya pemahaman guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Melalui pelatihan ini, guru dibekali pengetahuan dan strategi dalam menghadapi keberagaman karakter, kemampuan, serta kebutuhan belajar siswa di tingkat dasar. Bapak Insan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab. Di sela-sela kesibukannya, ia tetap meluangkan waktu untuk mempelajari materi, mengikuti diskusi daring, serta menyelesaikan setiap tugas yang diberikan tepat waktu. Baginya, proses ini bukan hanya soal memenuhi kewajiban pelatihan, tetapi juga bagian dari pembentukan sikap disiplin dan komitmen sebagai guru madrasah. “Sebagai guru, saya merasa memiliki kewajiban untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Dunia pendidikan terus berubah, dan guru tidak boleh berhenti pada zona nyaman. Pelatihan pendidikan inklusif ini sangat penting agar kita mampu memahami dan melayani semua siswa sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” ungkap Bapak Insan.

Ia juga menambahkan bahwa manajemen waktu menjadi kunci utama dalam menjalankan berbagai peran yang sedang dijalani. “Kesibukan bukan alasan untuk berhenti belajar. Justru dari kesibukan itulah saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan konsistensi. Selama ada niat dan pengaturan waktu yang baik, insyaallah semua bisa dijalani,” tuturnya.
Keteguhan Bapak Insan dalam meningkatkan kompetensi diri memberikan dampak positif, tidak hanya bagi dirinya pribadi, tetapi juga bagi lingkungan madrasah. Wawasan dan pengalaman yang terus diperbarui membuatnya kerap dipercaya untuk berbagi pengetahuan dalam berbagai kegiatan pendidikan. Tak heran jika saat ini ia sering diundang menjadi narasumber pada forum, pelatihan, maupun diskusi yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Melalui langkah-langkah nyata yang terus dilakukan, Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., membuktikan bahwa guru madrasah yang profesional adalah mereka yang senantiasa haus akan ilmu, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta tetap setia pada tugas utamanya, yaitu mendidik dan memanusiakan peserta didik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































