Musa Zainuddin, Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati, Sukses Terapkan Sistem Absensi dan Rapor Digital Melalui Program KKN Jarak Jauh di Pondok Pesantren Fauzan Garut
GARUT – Upaya penguatan tata kelola lembaga pendidikan keagamaan memasuki era digital. Musa Zainuddin, seorang mahasiswa Program Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil merampungkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan fokus pada Inovasi Digital Administrasi Pesantren di Pondok Pesantren Fauzan, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut. Program yang dilaksanakan sepenuhnya secara jarak jauh (daring) ini memperkenalkan sistem absensi dan rapor digital guna menjadikan pengelolaan pondok lebih tertib, efisien, dan berkemajuan.
Isi berita
Kegiatan KKN yang berlangsung selama periode Oktober hingga November 2025 ini dimulai dengan konsultasi bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Varidlo Fuad, M.Pd., untuk merumuskan program digitalisasi yang mencakup administrasi hingga perapihan kurikulum pesantren.
Dalam tahap implementasi, Musa Zainuddin melaksanakan Seminar dan Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran untuk Guru dan Pengurus Pondok Pesantren Fauzan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, namun juga praktik langsung pembuatan format Rekap Absensi Digital menggunakan perangkat lunak sederhana.
”Digitalisasi bukan sekadar teknologi, tetapi ikhtiar menuju pengelolaan pondok yang lebih tertib, efisien, dan berkemajuan,” demikian tema yang diusung dalam seminar yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN ini.
Pada minggu kedua, kegiatan dilanjutkan dengan follow-up berupa pembuatan template sistem absensi, keuangan, dan kurikulum yang disesuaikan secara spesifik dengan kebijakan Pesantren Fauzan.
Tantangan dan Refleksi
Meskipun program ini mendapatkan respons positif dari pengurus pesantren, Musa Zainuddin menghadapi sejumlah tantangan khas KKN Jarak Jauh. Beberapa kendala yang muncul antara lain adalah resistensi awal dari staf senior terhadap sistem digital, serta keterbatasan infrastruktur seperti perangkat komputer dan koneksi internet yang kurang stabil di lokasi.
Menanggapi kendala ini, Musa melakukan penyesuaian berulang dan belajar tentang pentingnya kemudahan pengguna (user-friendliness) dalam perancangan sistem.
”Saya belajar bahwa keberhasilan digitalisasi tidak terletak pada kecanggihan teknologi, melainkan pada kemudahan penggunaannya,” ujar Musa Zainuddin dalam refleksinya. “Saya dituntut untuk merancang sistem yang sesederhana dan se-intuitif mungkin agar mudah diadopsi, bahkan kemampuan Remote Troubleshooting menjadi keterampilan wajib dalam KKN daring ini,” tambahnya.
Keberhasilan KKN Jarak Jauh ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat tetap dapat dilakukan secara efektif, bahkan dengan keterbatasan geografis, asalkan fokus pada solusi yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan mitra. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi Pondok Pesantren Fauzan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola administrasinya di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































