JAKARTA, 14 FEBRUARI 2026 – Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 2023 yang mengungkap lonjakan kasus diabetes anak hingga 70 kali lipat sejak 2010 menjadi alarm keras bagi kesehatan generasi muda Indonesia. Di tengah bayang-bayang krisis kesehatan ini, sebuah terobosan lahir dari tangan kreatif dua mahasiswa Ilmu Komunikasi Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBI KKG).
Bukan sekadar sosialisasi dan kampanye biasa, Clarissa Yomiko dan Hendi Candra, yang didukung oleh Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMAJI), menginisiasi langkah preventif melalui kampanye kesehatan bertajuk #ManisSecukupnya. Mereka berhasil menghidupkan edukasi kesehatan melalui media yang “Gen Z banget”, yakni sebuah booklet visual interaktif yang terintegrasi dengan jingle dan permainan Augmented Reality (AR).
Merespons darurat diabetes, Clarissa dan Hendi menghadirkan metode edukasi modern yang mendobrak batas brosur konvensional. Melalui pemindaian QR Code tanpa aplikasi tambahan, pelajar dapat mengakses konten interaktif mulai dari jingle orisinal hingga permainan Augmented Reality (AR). Inovasi ini mengemas informasi medis secara ringan namun berbobot guna memicu pemahaman kognitif sekaligus membangun awareness yang menyenangkan bagi para pelajar.
Booklet ini merupakan karya orisinal Clarissa dan Hendi yang dirancang serta diilustrasikan secara mandiri, dan kini telah resmi terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Selain materi edukasi, tersedia pula fitur kalkulator Indeks Massa Tubuh (IMT) hasil kolaborasi dengan Wicaksana, mahasiswa STTI Tanjungpinang. Fitur ini dapat diakses langsung melalui QR Code dengan mengacu pada standar Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
“Kami ingin menghadirkan media edukasi yang relevan dan tidak menggurui. Edukasi harus dikemas kreatif agar benar-benar dipahami dan diterapkan oleh digital native,” ujar Clarissa Yomiko, salah satu penggagas kampanye.
Hendi, yang juga merupakan penggagas kampanye ini, menambahkan bahwa kampanye tersebut merupakan aksi nyata pengabdian mahasiswa di sektor kesehatan. “Kami fokus pada kontribusi di tahap hulu, yaitu edukasi preventif. Harapannya, booklet ini dapat digunakan secara berkelanjutan oleh institusi kesehatan dan pendidikan untuk menyebarkan pesan #ManisSecukupnya,” ungkapnya.
Acara puncak kampanye #ManisSecukupnya diselenggarakan di kampus IBI KKG pada 15 Januari 2026 dengan agenda utama peluncuran booklet interaktif. Acara ini dibuka dan diresmikan langsung oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, dr. Murniasi Hutapea, MPH. Beliau mengapresiasi tinggi inisiatif mahasiswa yang sukses membangun sinergi lintas sektor dalam menyikapi isu kesehatan masyarakat secara kreatif.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa Ilmu Komunikasi ini. Meski bukan dari bidang kesehatan, mereka membuktikan bahwa kontribusi terhadap isu kesehatan bisa datang dari lintas sektor. Kolaborasi ini sangat penting dan patut menjadi contoh sinergi di masa depan,” ungkap dr. Murniasi.
Kredibilitas konten booklet dalam kampanye ini telah melalui verifikasi ketat oleh tim ahli, di antaranya: dr. Lydia Linggawaty, Sp.PD; dr. Angelin Yuvensia, MPH (Klinik Previ Utama); Dr. dr. Ika Dewi Subandiyah, M.Epid; serta dr. Lisbet Juni V Marpaung (Sudinkes Jakarta Utara). Selain peluncuran media digital, kegiatan juga mencakup EduTalk dan layanan cek gula darah gratis bersama Gading Pluit Hospital.
Setelah sukses di lingkungan kampus, kampanye dilanjutkan dengan rangkaian Goes to School ke SMAN 72 Jakarta Utara, Ekayana Dharma Budhi Bhakti School, dan SMA Santo Lukas 1. Melalui sesi EduTalk dan layanan cek gula darah, ratusan pelajar menyambut antusias literasi booklet #ManisSecukupnya secara digital serta mulai memahami langkah-langkah preventif dalam menghadapi risiko Penyakit Tidak Menular (PTM).
Masyarakat umum juga dapat mencoba langsung pengalaman edukasi berbasis digital ini melalui akun Instagram resmi @campaign.ilkom atau melalui tautan simplebooklet.com/e-booklet-ms-26
Kolaborasi lintas sektor antara mahasiswa, institusi pendidikan, institusi kesehatan, dan media ini merupakan langkah nyata dalam mendukung SDGs Pilar 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Dengan menyasar pelajar secara langsung, kampanye #ManisSecukupnya berkomitmen membangun kesadaran akan pola hidup sehat demi masa depan generasi muda yang lebih berkualitas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































