Talas Beneng merupakan salah satu komoditas khas Pandeglang, Banten, yang dikenal berukuran besar dengan tekstur lembut dan kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Selama ini talas biasanya hanya diolah menjadi makanan tradisional seperti keripik, kolak, atau dikukus. Namun, seiring meningkatnya kreativitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal, Talas Beneng kini mulai hadir dalam bentuk yang lebih modern salah satunya es krim talas, hidangan penutup yang lembut, manis, dan kaya manfaat.
Es krim berbahan dasar talas menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin menikmati dessert tanpa meninggalkan aspek kesehatan. Talas mengandung karbohidrat kompleks, serat pangan, serta vitamin dan mineral yang dapat memberikan energi lebih stabil. Pemanfaatan talas sebagai bahan utama juga menjadi langkah untuk meningkatkan nilai ekonominya sekaligus mendukung pemanfaatan pangan lokal.
Dalam pengolahannya, talas memiliki peran penting terhadap kualitas es krim. Harijono et al. (2007) menjelaskan bahwa pureé ubi jalar mampu meningkatkan tekstur dan kestabilan es krim karena serat dan pati alaminya berfungsi sebagai penambah body. Sementara itu, Suyanti dan Supriadi (2010) melaporkan bahwa pigmen antosianin pada umbi-umbian, terutama ubi ungu, tetap stabil pada suhu rendah sehingga warna dan aktivitas antioksidannya tetap terjaga saat diolah menjadi produk beku. Dua penelitian ini menunjukkan bahwa umbi lokal, termasuk talas, berpotensi besar dijadikan bahan baku dessert yang lebih sehat dan menarik secara visual.
Dari segi estetika, es krim Talas Beneng memiliki tampilan lembut dan warna alami yang tidak memerlukan pewarna sintetis. Hal ini sangat sesuai dengan tren masyarakat yang semakin mengutamakan makanan berbahan dasar alami. Selain itu, tekstur halus talas menghasilkan sensasi creamy yang membuat es krim ini mudah diterima oleh berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Meski proses pembuatannya terbilang sederhana, teknik yang tepat tetap diperlukan. Talas sebaiknya dikukus hingga empuk namun tidak berlebihan agar kandungan gizinya tidak banyak berkurang. Penyesuaian takaran susu, gula, dan krim juga penting agar rasa manis tetap seimbang dan karakter talas tidak hilang. Dengan modal yang relatif kecil dan pengolahan yang tidak membutuhkan alat khusus, es krim Talas Beneng memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk usaha rumahan maupun UMKM kuliner.
Secara keseluruhan, es krim Talas Beneng menjadi bukti bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk modern yang bernilai rasa, nutrisi, dan ekonomi. Dengan memadukan cita rasa khas talas, tampilan menarik, serta manfaat kesehatan, es krim ini berpotensi menjadi salah satu dessert lokal unggulan yang mampu bersaing dengan hidangan modern lainnya.
Sumber:
Harijono, Estiasih, T., & Sriwahyuni. (2007). Potensi tepung/puree ubi jalar sebagai bahan pangan fungsional. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 18(1).
Suyanti, & Supriadi. (2010). Pemanfaatan ubi jalar ungu sebagai sumber antosianin dan stabilitas pigmennya terhadap proses pengolahan. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian, 6(2).
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































