Medan, 10 februari 2026 – Seorang remaja berusia 18 tahun asal Medan, Fadlan, merilis cerpen pendek berjudul Aku, Pelaku Luka yang menggambarkan perjalanan cinta penuh luka, pengorbanan salah, dan penyesalan mendalam. Karya ini, ditulis pada 16 April 2022, menjadi curhatan jujur tentang bagaimana keputusan impulsif bisa menghancurkan hubungan terkasih.
Cerpen ini terbagi menjadi empat bab yang mengikuti narasi “aku” sebagai tokoh utama. Di Bab I (Dia yang Datang Saat Dunia Ku Gelap), pembaca diajak melihat masa kecil broken home yang membuat dunia narator gelap, hingga kedatangan “dia” – pasangan yang membawa cahaya dan kestabilan selama empat tahun aman.
Konflik memuncak di Bab II (Aku Pergi Saat Dia Bertahan), di mana masalah keluarga, ekonomi, dan kesehatan mental memaksa narator pergi dari rumah ayah, pindah ke ibu, dan akhirnya memutuskan hubungan dengan alasan “melindungi” pasangan. “Aku pikir menjauh adalah cara melindunginya,” tulis Fadlan, mencerminkan dilema emosional yang relatable bagi banyak anak muda.
Bab III (Dua Orang yang Saling Melukai) menyoroti fase balas dendam: cemburu memicu postingan provokatif, pelampiasan dengan orang baru, hingga penyesalan saat menyadari hubungan kosong itu. Sementara Bab IV (Aku Sembuh, Dia Pergi) berakhir tragis – narator kembali terlambat, hanya untuk dihapus sepenuhnya dari hati mantan. Penutupnya menghantam: “Kamu sudah nggak ada di hatiku sedikit pun,” diikuti refleksi, “Aku pelaku luka.
“Fadlan, putra bangga dari orang tua hebat Nursaid dan Sabaria, menekankan pesan utama: “Ada luka yang tidak tercipta dari kebencian, tapi dari cinta yang salah mengambil keputusan.” Karya ini lahir dari pengalaman pribadi, menawarkan pelajaran berharga tentang mental health, komunikasi dalam hubungan, dan arti kesabaran.
Cerpen ini cocok dibaca dalam 10-15 menit dan bisa diakses gratis melalui saluran digital Fadlan. Sebagai aspiring content creator, ia berharap karyanya menginspirasi generasi muda Medan untuk lebih bijak dalam cinta.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































