Di era sekarang, perkembangan dalam dunia farmasi sudah semakin maju. Banyak jenis obat baru yang dikembangkan oleh para produsen, maka dari itu diperlukan konsep farmasi berkelanjutan. Apa sih farmasi berkelanjutan itu? Farmasi berkelanjutan adalah pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi dampak limbah obat terhadap lingkungan. Dalam konsep farmasi berkelanjutan tidak hanya tentang proses pembuatan ataupun penggunaan obat, tetapi pembuangan dan pengelolaan limbah obat yang benar.
Limbah Obat dan Dampaknya
Limbah obat adalah sisa obat yang sudah tidak bisa digunakan lagi, misalnya karena kedaluwarsa, rusak, atau sudah tidak efektif lagi. Bentuknya bisa tablet, kapsul, sirup, obat suntik, atau obat yang mudah menguap. Limbah ini bisa berasal dari rumah tangga, rumah sakit, apotek, industri farmasi, serta instansi kesehatan lainnya. Meskipun terlihat sepele, limbah obat tetap mengandung zat kimia yang berpotensi berbahaya jika dibuang sembarangan.
Dampak limbah obat terhadap lingkungan dan kesehatan cukup serius. Zat obat bisa mencemari air dan tanah, merusak ekosistem, dan masuk ke rantai makanan. Antibiotik yang dibuang sembarangan dapat membuat bakteri menjadi kebal obat, sedangkan obat lain bisa menimbulkan keracunan atau disalahgunakan. Karena itu, limbah obat perlu dibuang dan dikelola dengan cara yang aman agar tidak membahayakan lingkungan maupun manusia. Selain risiko yang timbul dari pengelolaan limbah yang buruk, seperti obat yang dibuang sembarangan yang menyebabkan pencemaran air yang berpotensi buruk terhadap kesehatan. Masalah seperti ini timbulnya gangguan kesehatan kronis, contohnya masalah ginjal dan gangguan hormon. Kesadaran masyarakat yang kurang terhadap pentingnya mengetahui cara membuang obat kedaluarsa atau sisa obat yang tidak digunakan lagi. Oleh karena itu, diperlukan upaya mengatasi masalah pengelolaan limbah obat.
Penyebab Meningkatnya Limbah Obat
Banyak masyarakat yang membeli obat terlalu banyak dengan alasan untuk stok, kenyataannya obat-obat yang berlebih tersebut tidak dipergunakan dan itu menjadi kebiasaan sehingga stok obat dirumah menjadi menumpuk yang akhirnya kedaluwarsa. Di rumah sakit juga banyak dari sebagian pasien yang tidak menghabiskan obat yang diberikan, sisanya terbuang itu yang akan menjadi limbah. Fasilitas kesehatan harus optimal dalam pengelolaan atau pembuatan obat, agar tidak terjadi massa lewat edaran.
Pengobatan diri sendiri atau mandiri harus diperhatikan karena kebiasaan masyarakat membeli obat dalam jumlah yang banyak tanpa melihat apa yang dibutuhkan. Selain itu, Industri farmasi yang gagal produk juga akan membuat jumlah limbah bertambah. Bantuan obat tapi tidak sesuai dengan kebutuhan dan juga tanpa keamanan akan membuat limbah semakin banyak. Semakin banyak masyarakat menggunakan obat untuk penyakit jangka panjang, maka jumlah limbah obat pun akan terus meningkat apabila obat yang digunakan tidak habis atau tidak terpakai.
Dalam gudang farmasi atau gudang obat, pengecekan yang kurang maksimal juga menjadi penyebab meningkatnya jumlah limbah. Stok obat akan menjadi menumpuk dan menyebabkan beberapa obat tidak terpakai, salah satunya karena obat kedaluwarsa. Faktor penyebab obat rusak bisa internal dan eksternal. Faktor internal seperti perubahan fisik obat (bau, warna, dan rasa), sedangkan faktor eksternal seperti sistem pengolahan dan sirkulasi udara yang tidak baik.
Strategi Pengelolaan Limbah Obat
Ada cara untuk mengelola limbah dengan metode pengumpulan yang bisa dilakukan bagi semua kalangan, hingga pemusnahan yang dilakukan oleh apotek atau fasilitas kesehatan lainnya. Peran apotek dan fasilitas kesehatan dalam pengelolaan tersebut adalah menyediakan layanan penerimaan pengembalian obat. Pengumpulan obat-obat tersebut bisa dikelola untuk dimusnahkan sesuai standar yang telah ditetapkan. Fasilitas kesehatan yang memadai dapat membantu proses tersebut.
Selain menyediakan layanan pengembalian limbah obat, memberi edukasi kepada masyarakat juga penting. Masih banyak masyarakat yang kurang tahu tentang pengelolaan limbah obat dan cara membuang obat kedaluwarsa atau sisa obat yang tidak digunakan lagi dengan benar. Cara pertama yang bisa dilakukan sebagai fasilitas kesehatan adalah memberi edukasi. Edukasi bukan hanya sekedar pemaparan mengenai pemberian materi pengelolaan limbah, tetapi juga sebagai salah satu peningkatan kesadaran masyarakat tentang tahu atau tidaknya cara mengelola limbah obat tersebut. Contoh sederhananya dalam rumah tangga ada obat yang tidak digunakan lagi sehingga kedaluwarsa, obat tersebut bisa saja dari stok obat yang disimpan dalam jangka waktu yang lama. Kebiasaan seperti itu yang dapat meningkatkan jumlah limbah obat. Maka dari itu pentingnya edukasi akan berdampak baik meski tidak semua masyarakat akan sadar, setidaknya tiga dari enam orang sudah bisa tau mengenai pengelolaan obat sudah sangat membantu.
Beberapa edukasi seperti menerapkan cara pembuangan obat yang benar, supaya tidak terjadi pembuangan obat sembarangan yang nanti akan menyebabkan bertambahnya jumlah limbah. Dengan diberikannya edukasi dapat membantu pemahaman masyarakat terkait pengelolaan limbah obat yang benar.
Obat yang sudah kedaluwarsa di pisahkan, obat tersebut diberi tanda yang di mana obat akan di simpan di dalam box, pihak fasilitas kesehatan akan membuat BAP (berita acara pemusnahan obat) obat yang suda kedaluwarsa atau rusak akan di musnahkan. Pemusnahan obat yang mengandung narkotika dan psikotropika di lakukan sesuai peraturan perundang-undangan untuk jenis obat ini. Pemusnahan ini di lakukan dengan tujuan untuk menjamin sediaan farmasi yang sudah tidak memenuhi syarat sesuai dengan standar yang sudah ada. Selain itu pemusnahan ini dilakukan untuk mengurangi beban penyimpanan maupun mengurangi kesalahan penggunaan obat.
Teknologi dan Inovasi Ramah Lingkungan
Teknologi dan inovasi ramah lingkungan sekarang sangat berkembang dalam membantu menjaga lingkungan, terutama dalam mengelola limbah obat dan membuat kemasan yang lebih berkelanjutan. Dalam pengelolaan limbah obat telah memanfaatkan teknologi yang canggih seperti incenerator ramah lingkungan, sistem pemilihan otomatis, serta metode bioteknologi dan biodegrasi.
Incenarator ramah lingkungan adalah alat pembakar limbah yang menggunakan teknologi canggih untuk mengelola limbah secara efesien tanpa mencemari lingkungan. Pemilihan otomatis dilakukan dengan pemilihan limbah sesuai dengan karakteristiknya masingmasing. Bioteknologi adalah metode penguraian limbah bahan kimia berbahaya dengan menggunakan mikroorganisme menjadi bahan yang ramah lingkungan. Biodegrasi adalah metode pemusnahan limbah berbasis energi. Beberapa teknologi yang bisa di manfaatkan yang sudah disebutkan beserta penjelasannya, bisa menjadi acuan dalam pengelolaan limbah obat yang ramah lingkungan, sehingga pencemaran terhadap air dan tanah dapat dicegah.
Dan di sisi lain, banyak industri farmasi menerapkan inovasi kemasan berkelanjutan yang di mana kemasan berbahan mudah terurai, plastik biofgradable, serta desain kemasan yang mengurangi pengguna sekali pakai. Kedua upaya ini saling mendukung, karna pengelolaan limbah obat dan kemasan berkelanjutan bisa mengatasi sisa produksi yang tidak terpakai dan mengurangi limbah sejak awal. Industri farmasi bisa berproses lebih lanjut, bertanggung jawab, dan membantu menjaga kelestarian lingkungan. Ada juga inovasi dengan metode daur ulang, yang dimana bahan bahan tersebut bisa di proses ulang menjadi produk yang bisa digunakan kembali. Proses ini melibatkan pemisahan obat yang masih dapat di gunakan dari bahan yang lain, yang di mana di proses lebih lanjut lagi untuk memisahkan suatu produk baru. Teknologi daur ulang bukan hanya mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan, tetapi juga mengurangi kebutuhan memproduksi bahan yang baru.
Industri farmasi juga bisa menerapkan prinsip zero waste dengan tujuan mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan mendekati nol atau dengan kata lain membuat jumlah limbah obat semakin sedikit. Prinsip zero waste bisa diterapkan dengan cara merubah desain kemasan yang bisa didaur ulang atau bisa digunakan kembali, serta menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Penggunaan bahan baku yang sedikit, penggunaan kemasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen juga merupakan penerapan prinsip zero waste.
Meskipun kebijakan pengelolaan limbah ini sudah ada, implementasinya masih terhambat oleh faktor-faktor seperti keterbatasan infrastuktur, kesadaran masyarakat yang kurang, serta kurangnya pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, instansi kesehatan, dan masyarakat untuk meningkatkan pengelolaan limbah ini. Hal yang terkait seperti peningkatkan fasilitas pengolahan limbah, edukasi kepada masyarakat.
Banyak limbah obat yang terbuang di lingkungan yang dimana itu akan menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. Seperti pembuangan obat-obat kedaluwarsa atau sisa obat yang tidak di konsumsi dengan cara tidak benar itu yang akan menimbulkan dampak negatif karna kandungan dari bahan kimia atau bahan aktif dari obat itu tidak diolah dengan baik yang nanti akan menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran air dan tanah yang menyebabkan terganggunya ekosistem. Maka dari itu pentingnya pengelolaan limbah obat dengan efektif, karna efek samping dari dampak negatif nya akan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan kita semua.
Selain risiko yang timbul dari pengelolaan limbah yang buruk, seperti obat yang dibuang sembarangan yang menyebabkan pencemaran air yang berpotensi buruk terhadap penyakit atau kesehatan. Masalah seperti ini timbulnya gangguan kesehatan kronis, contohnya masalah ginjal dan gangguan hormon. Kesadaran masyarakat yang kurang terhadap pentingnya mengetahui cara membuang obat kedaluwarsa atau sisa obat yang tidak digunakan lagi. Oleh karena itu, diperlukan upaya mengatasi masalah pengelolaan limbah obat.
Pengelolaan limbah obat dalam jumlah besar dapat dilakukan melalui retur kepada distributor, sedangkan dalam jumlah sedikit dapat dimusnahkan menggunakan incenerator atau diserahkan ke pihak pengelolah limbah B3. Yang Dimana limbah B3 adalah limbah yang merupakan sifat kimia, fisika, dan biologisnya yang menimbulkan bahan berbahaya terhadap kesehatan hidup dan lingkungannya jika tidak ditangani dengan tepat. Limbah obat yang tidak dikelola dan dimusnahkan dapat dimanfaatkan menjadi obat palsu atau illegal, sehingga dapat menimbulkan masalah yang lebih besar bagi kesehatan.
Limbah sangat mencemari air, tanah, dan udara ketika masyarakat membuang limbah sisa obat yang tidak digunakan lagi tanpa proses pengelolaan dengan benar. Masih banyak dari masyarakat Indonesia yang masih belum mengelola limbah sisa obat dengan benar dan itu yang menyebabkan dampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan masyarakat itu sendiri. Dan banyak dilihat dari pabrik-pabrik lain juga masih ada membuang sisa limbah obat yang dibuang secara ilegal yang itu akan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat setempat. Di rumah sakit masih banyak yang belum sepenuhnya dengan benar mengelola limbah medis. Ada sebagian dari masyarakat dan tenaga medis rumah sakit mengelola limbah dengan cara dibakar yang berakibat dampak buruk terhadap udara.
Penegasan dan Saran
Kita dapat mengetahui bahwa inovasi dan teknologi dalam pengelolaan limbah memiliki peran penting dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan risiko terhadap kesehatan masyarakat. Namun, keberhasilan penerapan teknologi pengelolaan limbah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh dukungan kebijakan, infrastruktur yang memadai, serta tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat. Dengan penerapan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan yang tepat, diharapkan pengelolaan limbah dapat dilakukan secara lebih efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi kesehatan generasi mendatang.
Ke depan, penggunaan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan limbah ini harus lebih lanjut. Sama dengan konsep farmasi berkelanjutan, tidak hanya pengelolaan limbah tetapi juga pengurangan limbah. Dengan pengumpulan yang lebih baik, desain produk yang optimal, dari hal tersebut kita dapat membuat sistem pengelolaan limbah obat yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Serta penerapan teknologi yang tepat seperti menggunakan metode incenarator, bioteknologi, biodegrasi ataupun zero waste. Pemanfaatan teknologi yang sudah berkembang tersebut dapat membantu mempermudah dalam pengelolaan limbah obat. Keuntungan dari perkembangan teknologi seiring zaman yang semakin maju, tidak hanya sebatas untuk perubahan biasa, tetapi untuk perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Banyak teknologi baru yang diciptakan untuk mempermudah manusia bekerja, maka dari itu pemanfaatan itu sangat penting untuk konsep keberlanjutan.
Meskipun teknologi sudah ada inovasi juga sangat penting. Pengoptimalan desain kemasan termasuk dalam salah satu dari inovasi, dengan membuat kemasan yang mudah terurai serta desain kemasan yang mengurangi pengguna sekali pakai. Itulah mengapa konsep farmasi berkelanjutan ini dibutuhkan dalam pengelolaan limbah obat. Dalam konsep tersebut tidak hanya tentang proses pembuatan ataupun penggunaan obat, tetapi pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi dampak limbah obat terhadap lingkungan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































