Luksemburg, SiaranBerita.com – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton/WTON) masuk radar investor global. Laporan Monthly Risk Report per 28 Februari 2026 menunjukkan saham emiten pracetak Grup Wijaya Karya ini menjadi salah satu portofolio Pharus Asian Value Niche, reksa dana saham berbasis di Luksemburg yang dikelola Niche Asset Management.
Berdasarkan laporan tersebut, nilai kelolaan (asset under management/AUM) Pharus Asian Value Niche mencapai sekitar 36,7 juta euro dengan porsi penempatan terbesar pada instrumen saham, yakni 67% dari total portofolio. Sisanya ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap sekitar 14% dan kas serta setara kas 19%. Sepanjang tahun berjalan hingga akhir Februari 2026, kinerja fund ini tercatat naik 5,67% dalam denominasi euro.
Salah satu tema utama (niche) yang diusung manajer investasi adalah Indonesian Infrastructure Small Caps, yang berfokus pada saham-saham berkapitalisasi kecil di sektor infrastruktur Indonesia. Niche ini menyumbang bobot sekitar 15,4% dari total portofolio ekuitas dengan kinerja satu bulan terakhir mencatat kenaikan 5,22%. Di dalam klaster ini, WIKA Beton tercatat sebagai emiten sektor construction materials dengan bobot sekitar 0,30% dari nilai aktiva bersih (NAB) fund.
Meski belum masuk jajaran 10 besar kepemilikan, keberadaan WIKA Beton di portofolio Pharus Asian Value Niche memberi sinyal bahwa investor institusi global mulai kembali melirik tema pemulihan infrastruktur Indonesia melalui saham-saham berkapitalisasi kecil. Selain WIKA Beton, fund ini juga menggenggam sejumlah saham domestik lain di sektor perbankan, kawasan industri, konstruksi, utilitas, dan transportasi, yang sama-sama ditempatkan dalam klaster Indonesia.
Portofolio Pharus Asian Value Niche terbilang terdiversifikasi. Hingga akhir Februari 2026, manajer mengelola 622 saham dengan bobot rata-rata 0,13% per emiten dan median 0,07%. Porsi 10 saham terbesar hanya sekitar 6,3% dari total portofolio sehingga risiko per saham tunggal relatif terbatas. Di sisi lain, fund ini tetap menunjukkan profil imbal hasil yang menarik, tercermin dari rasio Sharpe dua tahun sebesar 0,89 dengan maximum drawdown sekitar -10,68%.
Dari sisi manajemen risiko, eksposur fund dihitung memiliki nilai value at risk (VaR) satu bulan pada tingkat keyakinan 95% sekitar -2,94%. Laporan yang sama juga menyebut, sekitar 95% portofolio diperkirakan dapat dilikuidasi dalam waktu lima hari perdagangan berdasarkan asumsi konservatif volume transaksi harian. Struktur ini memberi ruang bagi manajer untuk tetap agresif di saham small dan micro cap Asia, namun dengan kerangka pengelolaan risiko yang ketat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































