Gadget Dapat Menurunkan Prestasi Hasil Belajar Siswa
Memasuki dunia modern yang dimana semua bidang memakai teknologi diberbagai kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Dalam penggunaan gadget atau smartphone alat komunikasi canggih yang didalamnya bisa dimanfaat untuk mencari informasi, berita, jejaring sosial, hobi, dan hiburan. Didalam kehidupan pendidikan, gadget dapat membantu para siswa untuk mencari informasi sebagai bentuk menambah wawasan, sehingga dalam hal ini para siswa lebih adaptif terhadap kemajuan era modern ini.
Namun, dalam penggunaan gadget ini memberikan dampak yang positif dan negatif, terutama terhadap prestasi belajar siswa yaitu hasil belajar yang didapat oleh para siswa setelah melakukan pembelajaran.
Tentu saja, kehadiran gadget ini ibarat pisau bermata dua ia membawa banyak manfaat dan risiko terhadap hasil belajar siswa. Dalam positif penggunaan gadget ini, seperti menumbuhkan rasa ingin tahu, memicu kreativitas dan imajinasi, melatih kecerdasan, memudahkan pencarian dalam mencari informasi hingga meningkatkan kepercayaan diri siswa. Namun, kita juga perlu melihat risiko atau dampak negatif dalam penggunaan gadget contohnya membuat kepribadian menjadi tertutup, mengganggu kesehatan terutama pada mata, pola tidur yang terganggu, menimbulkan sifat suka menyendiri (introvert), risiko penyakit mental (depresi, kecemasan), hingga agresivitas, yang sampai puncaknya dapat menimbulkan adiksi atau ketergantungan pada gadget.
Melihat peran gadget berkaitan dengan media pembelajaran berbasis ICT dan internet, para pendidik dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk menambah pengetahuan tambahan. Ironisnya, saat ini penggunaan gadget disalah gunakan oleh siswa bukan untuk belajar, melainkan untuk hiburan, yang pada akhirnya prestasi para siswa menjadi menurun. Para penelitian membuktikan bahwa memang benar gadget memiliki pengaruh yang kuat dari presentase 26,9% hingga 87,50% terhadap hasil belajar siswa. Dapat dilihat dari presentase tersebut penggunaan gadget dalam pembelajaran terutama pada siswa belum bijak memanfaatkan gadget dengan baik, hal ini menyebabkan ketergantungan hingga mengakibatkan menurunnya prestasi belajar siswa.Dalam kondisi inilah, penting sekali bagi kita untuk meninjau ulang benar-benarmemahami : seberapa besar sebenarnya pengaruh penggunaan gadget terhadap prestasi belajar siswa ?
Setelah melakukan analisis terhadap enam penelitian, dapat dilihat bahwa pengaruh gadget terhadap prestasi siswa adalah sebuah isu yang nyata. Data yang saya ambil menunjukkan bahwa yang paling terendah (Rosiyanti & Muthmainnah, 2017) 26,9%. Namun, pada tahun bukan menurun pengaruh gadget justru meningkat yang dilakukan oleh (Sari & Utami, 2018) dengan presentase 68%. Argumen yang mereka sampaikan sangat jelas bahwa semakin tinggi penggunaan gadget maka semakin rendah prestasi belajar siswa. Dalam penelitian yang menggunakan intervensi positif menunjukkan yang menonjol pada skor post-test siswa oleh (Nikmah et al., 2019) dengan rata-rata 81,63%, (Kurniawati, 2020) mencapai 86,5%, (Sagala & Siregar, 2021) dalam penelitiannya menunjukkan angka 87,50% angka yang sangat tinggi dalam penggunaan gadget, sedangkan (Nurhati, 2022) berada pada angka 82,90%. Maka secara keseluruhan, rata-rata pengaruh gadget yang saya temukan adalah 49,13% ini membuktikan bahwa pengaruh gadget sangat memengaruhi prestasi hasil belajar siswa.
Tiap peneliti mengungkapkan berbagai argumen yang dapat dibagi menjadi argumen positif dan negatif. Argumen positif didukung oleh kajian literatur yang menyatakan bahwa gadget dapat digunakan sebagai media belajar. (Sagala & Siregar, 2021) mengemukakan bahwa penggunaan gadget dapat meningkatkan hasil belajar yang ingin dicapai. Hal ini sejalan dengan (Rosiyanti & Muthmainnah, 2017) yang berpendapat bahwa jika siswa mempunyai intensitas tinggi dalam menggunakan gadget, merek akan sering menggunakan internet untuk mendapatkan hasil belajar yang diinginkan.
1) Dapat mengembangkan imajinasi. manusia yang sudah bergaul dengan gadget cenderung lebih kreatif. Selain itu, manusia juga lebih pintar berinovasi dengan perkembangan gadget yang menuntut untuk hidup lebh baik.
2) Melatih kecerdasan anak. Siswa belajar melalui gadget, dapat menumbuhkan rasaingin tahu akan suatu hal. Dengan melihat gambar, tulisan dan angka akan menumbuhkan daya kreativitas, kecerdasan anak dan mengembangkan skill mambaca dan menghitung, serta menumbuhkan rasa ingin tahu untuk menyelesaikan suatu masalah.
3) Komunitas menjadi lebih praktis. Dengan adanya gadget komunikasi dapat berlangsung walaupun dengan jarak jauh.
4) Mudah mencari informasi. Dengan adanya gadget mencari informasi tentang dunia luar sangat mudah dan cepat.
5) Meningkatkan rasa percaya diri. Saat siswa dapat memecahkan suatu masalah pembelajaran akan semakin termovitasi untuk menyelesaikan masalah yang lainnya.
Argumen negatif disini mempermasalahkan tentang ketergantungan gadget dan penggunaannya yang berlebihan. (Sari & Utami, 2018) secara jelas menemukan pengaruh penggunaan gadget ini yang signifikan. (Rosiyanti & Muthmainnah, 2017) juga menjelaskan bahwa jika siswa menggunakan gadget secara berlebihan, akan timbul permasalahan pada belajar serta kondisi kesehatanya. Lalu penelitian selanjutnya yangdilakukan (Fitri et al., 2024) menjelaskan bahwa ketika gadget tidak berada pada tangan anak, mereka akan terus memintanya, yang dimana fenomena ini disebut ketergantungan. Ketergantungan inilah yang menjadi sebab-akibatnya hilangnya semangat belajar dan hilangnya konsentrasi belajar siswa.
1) Menjadikan kepribadian yang tertutup. Akibat gadget membuat seseorang menjadikecanduan dan dapat mengganggu jiwa sosial sehingga menjadi pribadi yang tertutup.
2) Kesehatan terganggu. Terlalu lama menatap layar gadget mengakibatkan mata menjadi lelah dan minus.
3) Gangguan tidur. Bermain gadget terlalu lama tidak mengenal waktu sehingga membuat susah bangun dipagi harinya.
4) Suka menyendiri (introvert). Interaksi antara keluarga dan masyarakat menjadi renggang, sehingga lebih suka menyendiri bermain dengan gadget daripada berinteraksi dengan keluarga atau masyarakat.
5) Penyakit mental. Penggunaan gadget yang berlebihan menyebabkan depresi, kecemasan, kurang perhatian, autis, dan gangguan bipolar.
6) Agresif. Vidio atau pun foto yang terpapar di gadget menyebabkan menjadi lebih agresif, seperti tayangan yang berisi pemerkosaan, penganiayaan, pembunuhan, dll.
7) Adikasi. Menyebabkan seseorang tidak bisa hidup tanpa gadget
Dapat dilihat bahwa pengaruh penggunaan gadget ini menimbulkan dampak positif dan negatif ini semua tergantung pada cara mereka menggunakan gadget tersebut alternatif pemecahan masalah harus berfokus pada cara kita dapat mengkontrol penggunaan alat komunikasi pintar ini. Tentu kita harus bijak dalam hal ini. (Nurhati,2022) mengungkapkan bahwa pengaruh negatif dikarenakan siswa belum dapat memanfaatkan gadget dengan bijak. Oleh karena itu, solusi utamanya adalah mengkontrol penggunaan gadget yang dimana disini peran orang tua dan guru sangat penting.
Jika gadget dimanfaatkan untuk mencari informasi atau menambah wawasan lebih banyak, itu akan meningkatkan hasil belajar siswa. Sebaliknya, jika dipakai secaraberlebihan, maka siswa akan menjadi malas, konsentrasi yang menurun, bahkan menurunnya hasil belajar siswa. (Amri & Rusman, 2023) memperkuat solusi ini, dengan menegaskan bahwa memanfaatkan teknologi informasi hanya akan memberikan dampak positif terhadap prestasi anak jika tetap berada pada pengawasan orang tua. Disini peran orang tua dan guru sangat penting untuk membatasi pemberian gadget hanya pada waktu tertentu atau yang diperlukan, contohnya saat siswa sulit memahami materi dan mencari lebih banyak informasi sebagai referensi tambahan.
Kesimpulan utamanya yaitu : penggunaan gadget memiliki pengaruh yang nyata terhadap prestasi belajar siswa. Rata-rata pengaruh yang saya temukan mencapai 49,13% sebuah angka yang mengkhawatirkan. Pengaruh ini bisa dijadikan sebagai hal yang positif untuk mendukung kenaikan hasil belajar siswa. Namun, ini akan menjadi hal yang negatif saat siswa mengalami ketergantungan saat menggunakan gadget secara berlebihan hanya untuk hiburan. Hal tersebut dapat memicu faktor utama yang dapat menurunkan nilai dan prestasi.
Oleh karena itu, solusi dalam permasalahan ini adalah pengendalian. Penggunaan gadget secara berlebihan tidak akan meningkatkan prestasi siswa kecuali ada kontrol yang lebih efektif dalam konteks pendidikan. Dalam hal ini peran orang tua dan guru sangat penting. Mereka harus mengawasi gadget saat dipakai oleh siswa, yang dimana gadget ini harus digunakan secara bijak untuk mencari informasi penting atau menambah wawasan. Sehingga gadget atau smartphone ini benar-benar berfungsi sebagai pendukung dalam pembelajaran bukan sebagai sebagai penghambat.
Daftar Pustaka
Amri, Y., & Rusman, A. A. (2023). Upaya Mengatasi Penyalahgunaan Gadget Dalam Pr
oses Belajar Mengajar melalui Konseling Kelompok. Munaddhomah, 4(1), 132–143. ht
tps://doi.org/10.31538/munaddhomah.v4i1.368
Fitri, Z., Bintoro, A., Kalsum, U., Abidin, Z., & Irwansyah, D. (2024). Strategi
Edukasi Pembelajaran Bahaya Kecanduan Gadget Dan Narkoba (Zahratul F dkk. Jurna
l Malikussaleh Mengabdi, 3(1), 2829–6141.
Kurniawati, D. (2020). Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget Dan Motivasi Belaja
r Dengan Hasil. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 27–49.
Nikmah, N., Rahayu, R., & Fajrie, N. (2019). Penerapan Media Pembelajaran Math M
obile Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas Iv. WA
SIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1(2), 44–52. https://doi.org/10.24176/wasis.v1i2
.4895
Nurhati, P. G. Y. (2022). Pengaruh Penggunaan Gawai terhadap Prestasi Belajar Si
swa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 8(1), 466–467. https://journal.uii.ac.id/aji
e/article/view/971
Rosiyanti, H., & Muthmainnah, R. N. (2017). Penggunaan Gadget Sebagai Sumber Bel
ajar Mempengaruhi Hasil Belajar Pada Mata Kuliah Matematika Dasar. FIBONACCI: Ju
rnal Pendidikan Matematika Dan Matematika, 4(1), 25. https://doi.org/10.24853/fb
c.4.1.25-36
Sagala, T., & Siregar, N. (2021). Analisis Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Ma
tematika Siswa yang Belajar Menggunakan Google Classroom pada Masa Pandemi Covid
-19 di SMP Negeri 2 Parbuluan. Jurnal Multidisiplin Madani, 1(1), 9–18. https://
doi.org/10.54259/mudima.v1i1.61
Sari, P. A., & Utami, N. (2018). Pengaruh Intensitas Penggunaan Internet Terhada
p Prestasi Belajar Siswa Di Sma Negeri 13 Kerinci the Effect Intensity of Intern
et Use on Student Learning Achievement in State High School 13 Kerinci. JUANG: J
urnal Wahana Konseling, 2(1), 1–12.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































