SIARAN BERITA – Di era sekarang, Informasi bisa kita akses hanya dalam hitungan detik, budaya asing mudah masuk lewat media sosial, dan tren global cepat sekali menyebar. Di satu sisi, hal ini tentu membawa banyak manfaat, seperti kemudahan belajar dan bertukar informasi. Namun di sisi lain, derasnya arus globalisasi juga bisa membuat kita perlahan lupa dengan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Sebagai mahasiswa, kita berada di posisi yang cukup unik. Kita bukan lagi pelajar yang hanya menerima, tapi juga mulai berpikir kritis dan membentuk pandangan sendiri. Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk tetap memiliki pegangan, yaitu identitas nasional. Identitas ini bukan hanya soal simbol seperti bendera atau lagu kebangsaan, tetapi juga nilai, budaya, bahasa, dan cara berpikir yang mencerminkan Indonesia.
Globalisasi seringkali membawa budaya luar yang terlihat lebih modern dan menarik. Tidak sedikit anak muda yang akhirnya lebih bangga mengikuti tren luar dibandingkan mengenal budayanya sendiri. Misalnya, lebih hafal lagu asing daripada lagu daerah, atau lebih tertarik budaya luar daripada tradisi lokal. Hal ini sebenarnya wajar, tetapi jika tidak diimbangi, bisa membuat identitas nasional semakin melemah.
Di sinilah peran mahasiswa menjadi penting. Mahasiswa seharusnya tidak hanya mengikuti arus, tetapi juga mampu menyaring dan memilih mana yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa. Kita tetap bisa menerima hal-hal baru dari luar, tetapi tanpa harus meninggalkan budaya sendiri. Justru, dengan memahami budaya lain, kita bisa semakin menghargai kekayaan budaya Indonesia.
Penguatan identitas nasional juga bisa dilakukan dengan cara sederhana. Misalnya, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengenal budaya daerah, hingga ikut melestarikan tradisi lokal. Selain itu, mahasiswa juga bisa berkontribusi melalui tulisan, penelitian, atau kegiatan sosial yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan. Hal kecil seperti ini jika dilakukan bersama-sama akan memberi dampak besar.
Selain itu, penting juga untuk menanamkan rasa bangga terhadap Indonesia. Rasa bangga ini bukan berarti merasa paling hebat, tetapi lebih kepada kesadaran bahwa Indonesia memiliki keunikan dan kekayaan yang tidak dimiliki negara lain. Dengan rasa bangga tersebut, kita akan lebih percaya diri dalam menghadapi dunia global tanpa kehilangan jati diri.
Pada akhirnya, globalisasi bukan sesuatu yang harus ditolak, tetapi harus disikapi dengan bijak. Kita bisa tetap menjadi bagian dari dunia global, tanpa harus kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia. Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga keseimbangan ini.
Dengan begitu, penguatan identitas nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai individu. Dimulai dari hal kecil, dari diri sendiri, kita bisa ikut menjaga dan memperkuat jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Ditulis Oleh:
(Putri Nabila, NIM 2550191131, Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































