Siaran Berita, Semarang, (14/1/2026) – Di balik sikapnya yang tenang dan cenderung pendiam, tersimpan keberanian yang tidak banyak disuarakan. Daniswara Atallah, remaja asal Ambarawa, Jawa Tengah, perlahan menapaki jalur seni yang jarang ditempuh seusianya. Tanpa hingar-bingar, ia membiarkan proses berbicara. Dunia seni peran, khususnya film layar lebar, menjadi ruang baru yang kini ia masuki dengan penuh kesungguhan, membawa mimpi yang sejak lama dirawat dalam diam.
Daniswara Atallah adalah pelajar kelas XI SMA Islam Sudirman Ambarawa, anak kedua dari dua bersaudara, yang tumbuh dalam lingkungan sederhana namun disiplin. Ia dikenal sebagai pribadi yang tidak banyak tingkah, jauh dari kebiasaan nongkrong tanpa arah, dan lebih memilih memusatkan energi pada pengembangan diri. Karakter itulah yang membuatnya mudah diarahkan, tekun, dan sanggup bertahan dalam proses panjang yang menuntut kesabaran, sebuah modal penting bagi siapa pun yang ingin bertahan di dunia seni. Di mata orang-orang terdekatnya, Danis bukan tipikal remaja yang mengejar sorotan, melainkan sosok yang membiarkan kualitasnya berbicara perlahan.
Langkah Danis menuju dunia seni peran berawal dari dunia modeling. Ia menimba dasar-dasar disiplin, kepercayaan diri, dan pembacaan tubuh melalui Bayu Ramli Modeling School, yang kemudian bertransformasi menjadi Exist Modeling. Keseriusannya di dunia fashion show tidak hanya berhenti pada panggung peragaan, tetapi berkembang menjadi prestasi. Kemenangannya sebagai peringkat pertama dalam ajang Ambarawa Fashion Night Carnival menjadi penanda bahwa kerja sunyi yang ia jalani membuahkan hasil nyata.
Bayu Ramli, fashion designer senior sekaligus mentor yang membimbing Danis, menilai bahwa konsistensi menjadi kekuatan utama remaja tersebut. Dalam keseharian, Danis dikenal sederhana dan patuh pada arahan. Sikap inilah yang membuatnya dipercaya untuk melangkah lebih jauh, termasuk saat pintu dunia film terbuka untuknya. Dari bimbingan yang sama, Danis akhirnya terlibat dalam produksi film layar lebar genre horor berjudul Alas Roban, garapan Unlimited Production.
Film Alas Roban menjadi debut layar lebar Daniswara Atallah. Bagi seorang pelajar SMA, pengalaman ini bukan hanya soal tampil di depan kamera, tetapi juga tentang kemampuan beradaptasi dalam dunia kerja profesional. Danis harus menjalani proses syuting yang panjang, menuntut ketahanan fisik dan mental, termasuk ketika harus berlama-lama dengan riasan tebal serta properti karakter hantu yang ia perankan. Sebuah tantangan yang tidak ringan, terlebih bagi aktor pendatang baru.
Meski demikian, Danis menjalaninya dengan kesungguhan. Rasa kikuk di awal syuting perlahan berganti menjadi kepercayaan diri. Ia belajar membaca situasi, menyerap arahan sutradara, serta menyesuaikan diri dengan ritme kerja kru dan pemain senior. Kesempatan beradu akting dengan aktor dan aktris kenamaan seperti Rio Dewanto, Michelle Ziudith, dan Imelda Therinne menjadi pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Dalam berbagai kesempatan, Danis mengakui bahwa keterlibatannya dalam film tersebut menjadi pelajaran berharga. Bukan semata tentang popularitas, tetapi tentang disiplin, ketahanan, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Ia menyadari bahwa tidak semua model mampu beradaptasi menjadi aktor, dan tidak semua aktor sanggup menjalani proses panjang tanpa mengeluh. Di titik inilah, karakter yang dibentuk sejak awal menemukan relevansinya.
Kini, Daniswara Atallah berdiri di persimpangan penting dalam perjalanannya. Usia muda tidak lagi menjadi batas, melainkan ruang untuk belajar dan bertumbuh. Debutnya dalam Alas Roban yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 15 Januari 2026 menjadi pintu awal bagi langkah-langkah berikutnya di industri perfilman Indonesia. Bagi Danis, film ini bukan akhir tujuan, melainkan permulaan dari proses panjang untuk menata karier seni peran secara professional dengan cara yang tetap setia pada dirinya sendiri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































