Kulon Progo — Transformasi digital di dunia pendidikan kian nyata. Para guru pun dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fikih dan Ushul Fikih Madrasah Aliyah se-DIY menggelar Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penyusunan Modul Ajar, Rabu (11/2/2026), di Ruang PUPR MAN 3 Kulon Progo.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–11.30 WIB itu diikuti guru Fikih dan Ushul Fikih dari berbagai MA di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiga guru dari MAN 1 Yogyakarta turut ambil bagian, yakni Muhammad Amin, Ismail Rozi Muslim Amir, dan Putri Luthfiana.
Kepala MAN 3 Kulon Progo, Nurhayanti, menegaskan bahwa kualitas pembelajaran menjadi wajah utama madrasah. Menurut dia, guru merupakan ujung tombak layanan pendidikan.
“Layanan utama kita adalah pembelajaran. Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan membahagiakan agar materi tidak hanya dipahami, tetapi juga membentuk karakter,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, MGMP menjadi ruang strategis bagi guru untuk terus bertumbuh dan memperbarui kompetensi. Menurutnya, kekuatan madrasah bertumpu pada tiga pilar utama, yakni penguasaan materi, metode yang membahagiakan, dan media pembelajaran yang menarik.
Pada sesi inti, narasumber Nursalim memaparkan pemanfaatan teknologi Deep Learning dan Knowledge-Based Construction (KBC) dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Melalui platform digital, guru dapat menyusun perangkat ajar secara lebih sistematis dan efisien.
Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan Gemini AI untuk merancang skenario pembelajaran yang kreatif dan adaptif. Teknologi ini dinilai mampu memangkas waktu penyusunan RPP tanpa mengurangi kualitas substansi materi.
Menurut Nursalim, kecerdasan artifisial bukan untuk menggantikan peran guru. “AI hadir untuk membantu. Jika administrasi lebih efisien, guru bisa lebih fokus pada pendampingan murid dan pengembangan pembelajaran interaktif,” katanya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap MGMP Fikih dan Ushul Fikih MA DIY terus menjadi motor transformasi digital di lingkungan madrasah.
“Guru harus adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap kokoh dalam nilai-nilai keislaman. Keseimbangan inilah yang harus dijaga,” ujarnya.
Melalui workshop ini, para guru diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi AI dalam proses pembelajaran, sehingga inovasi tidak berhenti pada administrasi, tetapi berdampak langsung pada kualitas belajar peserta didik. (pl)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































