Garut, 16 Desember 2025 – Guru MIS Ar-Raudhotun Nur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan peserta didik melalui kegiatan edukasi tentang penggunaan listrik yang aman di rumah. Kegiatan ini diberikan kepada siswa kelas 1 dan dibimbing langsung oleh Bapak Ridwan Kurniawan, SE, selaku guru pendamping kelas 1. Edukasi disampaikan dengan pendekatan sederhana, komunikatif, dan disesuaikan dengan usia siswa agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif menjelang libur semester gasal. Pada masa liburan, anak-anak memiliki waktu lebih banyak di rumah sehingga berpotensi berinteraksi dengan peralatan listrik tanpa pengawasan penuh dari orang tua. Oleh karena itu, sekolah merasa perlu membekali siswa dengan pengetahuan dasar tentang keselamatan listrik agar mereka lebih waspada dan terhindar dari risiko yang membahayakan. Dalam ceritanya, Pak Ridwan menjelaskan bahwa listrik memiliki manfaat besar dalam kehidupan sehari-hari, namun dapat menjadi berbahaya jika tidak digunakan dengan benar. “Listrik sangat membantu kehidupan kita, tetapi anak-anak harus tahu bahwa listrik juga bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan hati-hati,” ujar Pak Ridwan saat memberikan penjelasan di hadapan siswa.
Beliau juga mengingatkan anak-anak agar selalu berhati-hati ketika ingin menyalakan peralatan elektronik dan tidak melakukannya sendiri tanpa pendampingan orang dewasa. “Jika ingin menyalakan televisi, kipas angin, atau alat elektronik lainnya, anak-anak harus meminta bantuan orang tua atau orang dewasa di rumah,” jelasnya dengan nada tegas namun penuh perhatian.

Pak Ridwan secara khusus menekankan larangan memasukkan benda apa pun ke dalam lubang listrik. “Anak-anak tidak boleh memasukkan paku, gunting, sendok, atau benda lain yang terbuat dari besi ke stopkontak, karena sangat berbahaya dan dapat menyebabkan tersengat listrik,” tambahnya. Penjelasan ini disampaikan berulang kali agar benar-benar dipahami oleh seluruh siswa.
Untuk memperkuat pemahaman, Pak Ridwan juga menunjukkan contoh stopkontak yang rusak kepada siswa. Ia menjelaskan bahwa stopkontak yang retak, longgar, atau terbuka dapat membahayakan keselamatan. “Kalau anak-anak melihat stopkontak seperti ini di rumah, jangan disentuh. Segera laporkan kepada orang tua atau orang dewasa agar segera diperbaiki,” pesannya.

Kegiatan edukasi ini berlangsung dengan penuh antusias. Anak-anak tampak aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti arah dengan serius. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga belajar untuk bersikap waspada dan bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri.
Melalui pendidikan keselamatan listrik ini, MIS Ar-Raudhotun Nur kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang menyeluruh. Madrasah tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup peserta didik. Diharapkan, pembelajaran ini menjadi bekal penting bagi siswa kelas 1 agar tetap aman dan terlindungi saat berada di rumah, khususnya selama masa libur semester gasal.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































