Anggota DPR/MPR RI, H. Dony Maryadi Oekon, S.T., kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ideologi bangsa dengan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan pada Selasa, 10 Februari 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Madrasah Al Abnan, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Mengingat padatnya agenda kenegaraan, kehadiran H. Dony Maryadi Oekon pada kesempatan kali ini diwakili oleh narasumber ahli, Rissi Maulana.
Kegiatan yang dilaksanakan tepat pada pertengahan bulan Februari ini menarik antusiasme yang tinggi, terbukti dengan hadirnya sekitar 150 peserta yang memadati ruangan sejak pagi hari. Peserta yang hadir terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga pengurus lingkungan di wilayah Singaparna. Kehadiran mereka mencerminkan besarnya keinginan warga untuk memperdalam pemahaman mengenai fondasi bernegara di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.
Dalam pemaparannya, Rissi Maulana yang mewakili H. Dony Maryadi Oekon menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan bahwa 4 Pilar bukan sekadar slogan, melainkan tameng utama dalam menjaga kerukunan antarwarga. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai ini akan mencegah masuknya ideologi radikal yang berpotensi memecah belah bangsa.
Narasumber juga menyoroti peran penting Madrasah dan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Gedung Madrasah Al Abnan dipilih sebagai lokasi strategis untuk memberikan sinyal bahwa nilai agama dan nilai nasionalisme harus berjalan beriringan. Rissi mengajak seluruh peserta untuk menjadikan empat pilar tersebut sebagai pedoman dalam berinteraksi di kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga toleransi.
Selama sesi diskusi, para peserta tampak aktif melontarkan pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan di era digital. Rissi Maulana menanggapi dengan lugas bahwa tantangan terbesar saat ini adalah arus informasi di media sosial yang sering kali memuat hoaks. Oleh karena itu, penguatan karakter melalui literasi 4 Pilar menjadi sangat krusial agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
H. Dony Maryadi Oekon melalui perwakilannya berharap agar 150 peserta yang hadir pada 10 Februari tersebut dapat menjadi “agen perubahan” di lingkungan masing-masing. Informasi dan ilmu yang didapatkan dari sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti di dalam ruangan saja, melainkan disebarluaskan kembali kepada keluarga dan tetangga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan jejaring masyarakat yang memiliki imunitas kuat terhadap konflik sosial.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara narasumber dan para tokoh masyarakat Singaparna. Suasana hangat menyelimuti akhir kegiatan, menandakan suksesnya komunikasi dua arah yang dibangun sepanjang acara. Para peserta mengapresiasi langkah konsisten H. Dony Maryadi Oekon dalam membina konstituennya melalui edukasi politik dan kebangsaan yang edukatif serta relevan.
Dengan berakhirnya sosialisasi ini, diharapkan semangat kebersamaan di Singaparna semakin kokoh pasca kegiatan tersebut. Komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI pun kian tertanam di hati sanubari masyarakat Tasikmalaya. Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik lainnya guna memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan pemahaman yang merata mengenai jati diri bangsa Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































