Kediri (4/1) Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia diperingati pada 3 Januari 2026, Ketua Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Al-Manshurin Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, yang juga Sekretaris LDII Kota Kediri menyampaikan pesan mengenai peran strategis Kemenag dalam mengawal pendidikan keagamaan di Indonesia.
Mengusung tema nasional “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, Asyhari menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan mitra alami Kementerian Agama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang moderat.
Dalam keterangannya, Asyhari Eko Prayitno menekankan bahwa delapan dekade kehadiran Kementerian Agama telah membawa perubahan besar bagi wajah pesantren di Indonesia, terutama dalam hal standarisasi dan pengakuan kualitas pendidikan.
“Atas nama keluarga besar Ponpes Nurul Huda Al-Manshurin, kami mengucapkan Selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag. Perjalanan delapan puluh tahun ini adalah kehadiran negara dalam merawat ruh spiritualitas bangsa. Bagi kami di pesantren, sinergi yang terbangun dengan Kemenag bukan sekadar hubungan administratif, melainkan kolaborasi strategis untuk menjaga ‘gawang’ moral generasi muda. Di tengah gempuran ideologi luar, Kemenag adalah jangkar yang memastikan pendidikan agama tetap berada pada koridor moderasi dan kebangsaan,” ujar Asyhari.
Ia juga memberikan penekanan khusus pada tema peringatan tahun ini, yang menuntut adanya kohesi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Tema ‘Umat Rukun dan Sinergi’ adalah jawaban bagi tantangan masa kini. Indonesia yang damai dan maju hanya bisa terwujud jika setiap elemen umat tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Di Ponpes Nurul Huda Al-Manshurin, kami terus menginternalisasi nilai-nilai ini. Kami ingin para santri memahami bahwa ketaatan kepada agama harus selaras dengan kecintaan kepada tanah air. Sinergi antara ilmu agama (al-ulum ad-diniyah) dengan karakter yang profesional adalah kunci untuk membawa Indonesia melompat menjadi bangsa yang maju,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya peran Kemenag sebagai “payung” pelindung bagi keberagaman pendidikan di Indonesia.
“Kemenag ke depan diharapkan semakin kuat dalam mengayomi institusi pendidikan keagamaan. Kehadiran Kemenag harus dirasakan sebagai pendorong inovasi, terutama dalam hal digitalisasi pesantren tanpa menghilangkan nilai luhur kepesantrenan itu sendiri. Kita butuh Indonesia yang damai, dan kedamaian itu berakar dari pemahaman agama yang tuntas, inklusif, dan penuh kasih sayang,” tegas Asyhari.
Sebagai penutup, Asyhari mengajak seluruh insan Kementerian Agama, khususnya di Kantor Kemenag Kota Kediri, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat.
“Memasuki usia ke-80, semoga Kementerian Agama semakin jaya, transparan, dan akuntabel dalam melayani. Kami di pesantren siap terus menjadi laboratorium karakter untuk melahirkan SDM yang alim, faqih, dan berakhlakul karimah. Semoga Allah SWT meridhai setiap langkah sinergi kita demi mewujudkan Indonesia yang rukun, damai, dan bermartabat di mata dunia. Dirgahayu Kementerian Agama Republik Indonesia” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































