Bantul (MAN 4 Bantul) – Pagi Jumat (27/02/2026) di Mushala MAN 4 Bantul terasa seperti ruang perenungan yang dipeluk keheningan. Usai rangkaian ibadah Ramadan, Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Dwi Mulyono, berdiri menyampaikan kuldum dengan tema yang sederhana namun menghunjam: hati hati dengan hati.
Dengan gaya penyampaian yang tenang namun penuh tekanan makna, ia mengajak seluruh siswa kelas X, XI, dan XII serta guru dan pegawai untuk lebih waspada dalam bersikap dan bertindak. Menurutnya, hati adalah pusat kendali. Jika hati terjaga, perilaku pun akan terarah. Jika hati lalai, langkah bisa melenceng tanpa terasa.
“Hati itu kompas kehidupan. Kalau kompasnya rusak, kita bisa tersesat walaupun jalannya terlihat lurus,” ujar Dwi Mulyono di hadapan jamaah.
Ia menekankan bahwa kehati hatian bukan berarti takut melangkah, tetapi sadar sebelum bertindak. Terutama di bulan Ramadan, ketika setiap amal dilipatgandakan nilainya, menjaga hati dari iri, sombong, dan prasangka buruk menjadi tugas yang tidak kalah penting dibanding menjaga lisan dan perbuatan.
“Kita harus hati hati dengan hati. Jangan sampai niat baik tercampur riya, jangan sampai ucapan yang kita anggap biasa justru melukai. Semua berawal dari hati,” tegasnya.
Kuldum tersebut mengalir seperti cermin bening yang memantulkan kembali keadaan diri masing masing. Pesan yang dibawa Dwi Mulyono bukan sekadar nasihat sesaat, melainkan alarm batin agar setiap warga madrasah lebih sadar dalam berpikir, berbicara, dan bertindak.
Di Mushala MAN 4 Bantul pagi itu, yang dijaga bukan hanya ketertiban barisan, tetapi juga kebersihan hati. Ramadan pun menjadi ruang latihan untuk menata ulang arah sebelum melangkah lebih jauh. (lel)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































