Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (7/1/2026). Indeks komposit terapresiasi 0,13% atau bertambah 11,24 poin ke level 8.944,81.
Berdasarkan data pergerakan emiten, penguatan indeks diwarnai oleh lonjakan signifikan pada saham-saham lapis kedua (second liner). Dari total 844 emiten yang terdaftar, PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS) memimpin jajaran top gainers setelah mencatatkan kenaikan harga fantastis sebesar 34,67% ke level Rp268 per saham.
Mengekor di belakang OPMS, saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) turut mengalami apresiasi harga sebesar 25,33% menjadi Rp188 per saham. Sementara itu, emiten konstruksi PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) menutup perdagangan dengan kenaikan 25,00% di posisi Rp675 per saham.
Tren positif juga dialami oleh sektor energi baru terbarukan, di mana saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) melesat 24,85% ke level Rp412. Di sektor perbankan, PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM) turut menopang pasar dengan penguatan 24,78% ke level Rp1.410.
Radar Rekomendasi: WTON hingga ADRO
Di tengah dinamika pasar tersebut, sejumlah saham mendapatkan rekomendasi beli (strong buy) yang patut dicermati oleh para pelaku pasar untuk perdagangan selanjutnya.
Sorotan utama tertuju pada PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON). Emiten beton pracetak anak usaha BUMN ini masuk dalam daftar rekomendasi beli kuat di level harga Rp102 per saham. Valuasi WTON dinilai menarik di tengah upaya perbaikan kinerja sektor konstruksi.
Selain WTON, rekomendasi beli juga disematkan pada saham-saham berkapitalisasi lebih besar. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) direkomendasikan buy di posisi harga Rp2.010, serta PT Indika Energy Tbk. (INDY) di level Rp2.550 per saham.
Menariknya, beberapa saham yang hari ini menjadi top gainers juga masih direkomendasikan untuk dikoleksi, antara lain PT Multi Hanna Kreasindo Tbk. (MHKI) yang ditutup di Rp294 dan PT Indal Aluminium Industry Tbk. (INAI) di level Rp182.
Sebaliknya, tekanan jual (top losers) hari ini melanda saham PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI) yang terkoreksi 14,93% ke Rp855, disusul oleh PT Electronic City Indonesia Tbk. (ECII) yang susut 14,84% ke Rp218 per saham.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































