Inilah Hidroponik, Cara Cerdas Bertani dengan Lahan Minimal Namun Hasil Maksimal
Pertumbuhan populasi yang masif dan tidak terkontrol memicu konversi lahan pertanian secara besar-besaran menjadi area perumahan, industri, dan pengembangan infrastruktur. Kondisi ini secara krusial memengaruhi ketahanan pangan, terutama di kawasan perkotaan yang sangat bergantung pada rantai pasok dari wilayah pedesaan atau daerah yang lebih jauh. Sejalan dengan keterbatasan akses lahan di perkotaan akibat ledakan penduduk, kebutuhan akan sumber daya justru terus meningkat, menyebabkan lahan untuk pertanian konvensional semakin menyusut seperti yang di sampaikan (Ramadhani et al., 2025).
Salah satu cara untuk tetap bisa menjaga kestabilan pangan dapat dilakukan dengan pemanfaatan lahan pekarangan rumah maupun rooftop dengan metode hidroponik. Hidroponik merupakan teknologi budidaya tanaman yang dilakukan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam, melainkan dengan memanfaatkan air yang telah diperkaya nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Dalam penelitiannya Mawardiana dan Karnilawati (2022) menjelaskan bahwa sebagian kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung sudah menggunakan metode ini lho untuk bisa berkebun dengan efektif dan efisien di rumah nya.
Hidroponik kini menjadi tren Pertanian cerdas terutama di kalangan pemuda yang ingin bertani dan berkebun. Hal ini sejalan dengan Roidah (2014) yang menyebutkan dengan pemanfaatan teknologi seperti sistem geolokasi, kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), hingga drone yang kini bukan hanya berfungsi untuk pemetaan lahan, tetapi juga menjadi sarana pemantauan tanaman dan optimasi hasil panen. Tentu ada kelebihan yang dimiliki oleh metode ini, Berikut adalah kelebihan dari metode Hidroponik:
Kelebihan dalam Menggunakan Metode Hidroponik:
1. Hemat Penggunaan Air
Sebagai perbandingan untuk menghasilkan satu kilogram tomat dengan metode tradisional dibutuhkan sekitar 400 liter air, sedangkan sistem hidroponik hanya memerlukan sekitar 70 liter. Perbedaan besar ini menunjukkan efisiensi penggunaan air yang luar biasa dalam pertanian modern. Penghematan tersebut menjadi faktor penting bagi keberlanjutan, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya air.
2. Efisiensi Waktu dan Maksimal Hasil
Dengan metode hidroponik, tanaman bisa tumbuh lebih cepat dan menghasilkan panen lebih banyak dibanding cara biasa. Sistem ini memungkinkan pengaturan nutrisi dan kondisi lingkungan secara lebih mudah. Karena itu, hasil yang didapat bisa meningkat dengan cukup signifikan.
3. Tanpa Media Tanah
Membuat tempatnya tetap bersih dank arena hal ini membuatnya lebih mudah di gunakan metodenya serta ramah lingkungan.
4. Terpantau Pembagian Nutrisi
Nutrisi yang diperlukan sudah dipantau dan dipastikan optimal. Sehingga tanaman tetap dapat mendapatkan nutrisi tepat waktu dan dapat meminimalisi malnutrisi.
5. Penggunaan Media Tanam
Pada sistem hidroponik, media tanam dapat dimanfaatkan berkali-kali tanpa harus diganti setiap kali penanaman. Cara ini membuat penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien. Selain itu, praktik tersebut juga membantu menekan jumlah limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.
6. Tanpa Risiko Hama dan Gulma
Dalam sistem hidroponik, area penanaman yang teratur dan tertutup membantu mencegah munculnya organisme pengganggu tanaman. Situasi ini membuat penggunaan bahan kimia pengendali hama menjadi jauh lebih sedikit. Akibatnya, proses penanaman berlangsung lebih sehat serta tidak mencemari lingkungan.
Setiap ada kelebihan pasti tak luput dari kekurangan, berikut adalah kekurangan dari metode Hidroponik:
Kekurangan dalam Menggunakan Metode Hidroponik:
1. Modal Awal Besar
Modal awal tersebut untuk kesiapan pelaksanaannya seperti untuk membangun media tanam berupa instalasi yang terdiri dari pipa, selang, hingga pompa akuarium.
2. Perlengkapan Belum Umum Didapatkan
Meskipun metode bercocok tanam secara hidroponik semakin dikenal, namun perlengkapan dan bahan yang diperlukan masih agak sulit didapatkan. Tidak semua toko pertanian menyediakan peralatan dan media yang sesuai untuk sistem ini. Biasanya, kebutuhan tersebut hanya tersedia di toko yang memang khusus menjual perlengkapan hidroponik.
3. Pemeliharaan Ketat
Saat melakukan budidaya dengan metode hidroponik, dibutuhkan perhatian yang konsisten dan teliti. Petani harus memastikan keseimbangan pH serta nutrisi selalu terjaga agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan sehat.
4. Keterampilan Khusus
Petani yang mengelola sistem hidroponik harus memiliki kemampuan dalam berbagai tahap budidaya, mulai dari menanam dan menyemai benih hingga merawat tanaman. Setiap proses perlu dilakukan sesuai dengan karakter dan kebutuhan tanaman hidroponik.
Para pemuda dan masyarakat dapat mulai bertani dengan memanfaatkan lahan sempit atau rooftop yang ada di lingkungan perkotaan. Melalui sistem hidroponik yang praktis dan tidak ribet, setiap ruang kecil bisa disulap menjadi sumber pangan yang produktif. Melalui langkah sederhana ini, kestabilan pangan di daerah perkotaan yang padat dapat tercapai secara mandiri dan berkelanjutan.
Sumber:
Mawardiana, M., dan Karnilawati, K. 2022. Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah Dengan Tanaman Organik Dan Hidrophonik Di Desa Capa Paloh Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie. Al Ghafur: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 1(2): 67-78.
Ramadhani, C. R., Hamzah, R. A., Nisma, N., Fitri, R., dan Wahyudi, A. A. 2025. Penerapan Teknologi Hidroponik Sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan di Lingkungan Perkotaan. Matano: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. 1(1): 1-9.
Roidah, I. S. 2014. Pemanfaatan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Vol. 1(2): 43–50.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































