Langkat (Humas) – Hari libur memperingati Isra Mikraj pada Jumat, 16 Januari 2026, dimanfaatkan dengan kegiatan positif oleh Nafa Ayka. Siswa Kelas IV-C MIN 9 Langkat yang akrab disapa Vanya ini memilih menghabiskan waktu di rumahnya. Kediamannya berlokasi di Dusun II Lorong Citra, Bukit Rata, Desa Sei Siur, Kecamatan Pangkalan Susu. Alih-alih hanya bermain, ia justru terlihat sibuk membantu aktivitas ibunda tercinta sejak pagi hari. Sikap santun dan rajin ini merupakan cerminan karakter baik yang ditanamkan oleh pihak madrasah kepada siswanya.
Vanya dikenal sebagai anak yang sangat rajin membantu pekerjaan rumah tangga setiap kali memiliki waktu luang. Bagi Vanya, membantu ibu adalah bentuk bakti dan kasih sayang yang nyata sebagai seorang anak sholehah. Kebiasaan baik ini sudah ia lakukan sejak lama atas kemauan dirinya sendiri tanpa paksaan. Ibunda Vanya merasa sangat terbantu dengan kehadiran putri kecilnya yang cekatan di area dapur. Aktivitas ini juga menjadi momen kedekatan emosional yang hangat antara ibu dan anak di hari libur.
Pada momen libur kali ini, Vanya tampak semangat mendampingi ibunya menyiapkan menu makan siang untuk keluarga. Ia terlihat mengenakan pakaian rumahan yang santai namun tetap rapi saat berada di area dapur. Fokus utama kegiatannya hari ini adalah belajar mengolah bahan makanan sehat untuk disajikan di meja makan. Vanya mengaku sangat senang bisa belajar langsung teknik memasak dari guru terbaiknya, yaitu sang ibu. Kecerian terpancar dari wajahnya saat ia mulai menyiapkan berbagai perlengkapan memasak yang dibutuhkan.
Menu yang menjadi target masakan Vanya hari ini adalah tumis sayur sawi poco atau sawi botol. Dengan telaten, Vanya membantu memetik dan membersihkan lembaran sayur hijau tersebut di bawah kucuran air. Ia juga belajar mengenal berbagai bumbu dapur yang digunakan untuk menambah cita rasa masakan tumisnya. Sang ibu dengan sabar memberikan arahan tentang cara memotong sayur yang benar agar tetap terlihat cantik. Vanya menyimak setiap instruksi dengan sangat teliti agar hasil masakannya nanti terasa lezat dan bergizi.
Suasana dapur di Dusun II Lorong Citra itu pun menjadi sangat hidup dengan percakapan ringan antara keduanya. Vanya sesekali bertanya mengenai manfaat sayur sawi bagi kesehatan tubuh kepada ibundanya. Sambil mengaduk masakan di atas wajan, ia belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan makanan. Asap tipis yang beraroma harum mulai tercium saat bumbu tumisan mulai matang merata. Vanya merasa bangga karena perlahan-lahan ia mulai menguasai tahapan memasak sayur favorit keluarganya tersebut.
Kepiawaian Vanya di dapur merupakan bukti bahwa pendidikan karakter di MIN 9 Langkat telah membuahkan hasil nyata. Madrasah selalu menekankan agar setiap siswa mampu menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat di lingkungan keluarga. Apa yang dilakukan Vanya adalah contoh kecil dari penerapan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Meski masih duduk di kelas IV, ia sudah mampu menunjukkan tanggung jawab dalam membantu tugas domestik. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para guru dan orang tua yang mendidiknya.
Ibunda Vanya mengungkapkan bahwa putrinya memang memiliki ketertarikan yang besar dalam hal kuliner sejak kecil. Beliau selalu memberikan ruang bagi Vanya untuk bereksperimen dengan masakan-masakan sederhana yang aman bagi anak-anak. Menurut beliau, kegiatan memasak dapat melatih motorik dan tingkat ketelitian anak dalam melakukan sebuah pekerjaan. Selain sayur sawi poco, Vanya juga sering membantu menyiapkan hidangan lain seperti telur dadar atau sambal. Dukungan penuh dari orang tua membuat potensi dan kegemaran Vanya semakin berkembang dengan sangat baik.
Setelah masakan tumis sawi poco matang, Vanya segera membantu menatanya di atas piring saji dengan rapi. Ia juga memastikan meja makan sudah bersih dan siap digunakan oleh seluruh anggota keluarga untuk makan bersama. Rasa lelah setelah memasak seolah hilang saat melihat hidangan buatannya siap untuk dinikmati. Pengalaman libur Isra Mikraj tahun ini terasa sangat berkesan bagi Vanya karena ia memperoleh ilmu baru. Ia bertekad untuk terus belajar memasak menu lainnya agar bisa lebih banyak membantu ibunya setiap hari.
Kegiatan produktif Vanya di rumah ini diharapkan dapat menginspirasi teman-teman sebayanya di Pangkalan Susu. Liburan sekolah tidak harus selalu diisi dengan bepergian jauh atau sekadar bermain gawai secara berlebihan. Membantu orang tua di rumah adalah investasi pahala sekaligus cara belajar kecakapan hidup yang sangat berharga. Vanya telah membuktikan bahwa kebahagiaan sederhana bisa ditemukan dari dalam dapur rumah sendiri bersama orang tercinta. Semoga semangat rajin Vanya terus bertahan dan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya di madrasah. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































