Tawa riang anak-anak telah memenuhi halaman Pendopo Agung Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram Yogyakarta. Melalui sebuah kegiatan budaya yang mengangkat kembali permainan tradisional Nusantara dengan label Banyuraden Art Festival #2 yang mengusung tema ”Jejak Nusantara Traditional Arena” (JENTARA) dan telah dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta sebagai bagian dari implementasi Mata Kuliah Manajemen Event 2025.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lomba permainan tradisional anak yang melibatkan siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) se-Kelurahan Banyuraden. Berbagai permainan tradisional seperti permainan kelereng, bakiak, lempar kolong, benthik, dan egrang dihadirkan sebagai sarana edukatif sekaligus rekreatif, yang tidak hanya menghibur tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta kearifan lokal kepada anak-anak di tengah maraknya permainan berbasis gawai.
Antusiasme peserta dan masyarakat terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Permainan tradisional yang mulai jarang ditemui kembali menjadi ruang interaksi sosial, mempertemukan anak-anak, orang tua, dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Usai lomba, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan budaya yang mengangkat tema Pelestarian Permainan Tradisional. Sarasehan ini menghadirkan narasumber dari perwakilan KORMI DIY (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta). Dalam penyampaian materinya, narasumber menegaskan bahwa permainan tradisional memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak.
“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana olahraga rekreasi yang membentuk karakter, melatih kerja sama, serta menanamkan nilai budaya sejak usia dini. Jika tidak terus dikenalkan, maka generasi muda akan kehilangan salah satu identitas budayanya,” ujar Bapak Drs. Nuri Hartana M. Syarif, perwakilan dari KORMI DIY saat sesi sarasehan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UWM Yogyakarta tidak hanya mengaplikasikan teori manajemen event secara langsung, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mendukung pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif dan partisipatif mampu menghidupkan kembali tradisi di tengah masyarakat modern.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari baik dari pihak kampus, pihak kelurahan, sekolah, serta masyarakat Banyuraden. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai agenda berkelanjutan guna menjaga agar permainan tradisional tetap hidup, dikenal, dan dicintai oleh generasi muda.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































