Pendidikan bisa disamakan dengan sebuah rumah yang kita dirikan bersama untuk generasi mendatang. Kurikulum menjadi fondasi utama untuk rumah itu. Namun, bayangkan jika fondasi ini sering kali diganti tanpa rencana yang matang. Rumah tersebut pasti tidak stabil, dan penghuninya akan kesulitan merasa aman serta nyaman.
Perubahan kurikulum di Indonesia yang terjadi begitu cepat dan berulang-ulang menciptakan hambatan besar bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan. Guru, sebagai ujung tombak pengajaran, sering kali bingung dan kesulitan menyesuaikan diri dengan aturan serta pendekatan baru yang belum sepenuhnya siap. Sekolah dan siswa pun harus menanggung beban penyesuaian, yang kadang-kadang mengganggu proses belajar-mengajar yang seharusnya menekankan kualitas dan pemahaman dalam.
Selain itu, kesiapan infrastruktur yang kurang serta perbedaan akses teknologi antarwilayah membuat penerapan kurikulum baru tidak merata. Akibatnya, tidak semua siswa mendapatkan peluang sama untuk belajar sesuai standar nasional. Perubahan kurikulum yang lebih bersifat simbolis tanpa penilaian menyeluruh juga belum menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang berarti, seperti yang terlihat dari skor PISA Indonesia yang masih rendah.
Harapan yang tak pernah hilang dari kami untuk kurikulum pendidikan di Indonesia adalah untuk bisa menjadi fondasi yang kuat dan tahan lama untuk membangun masa depan bangsa. Semoga setiap perubahan bukan hanya pergantian tanpa tujuan, melainkan transformasi yang direncanakan dengan baik, mempertimbangkan kesiapan pengajar, fasilitas, dan sifat siswa.
Sekaranglah waktunya membangun harmoni dalam pembelajaran yang mendorong kreativitas, pemikiran kritis, dan karakter yang baik, sambil memberikan ruang untuk pemahaman mendalam di setiap tahap pendidikan. Ini akan meringankan beban guru dari kebingungan, dan membebaskan siswa dari bayang-bayang perubahan yang tak henti-hentinya.
Solusi yang diharapkan adalah :
Pertama, lakukan evaluasi mendalam selama beberapa tahun sebelum merevisi kurikulum, dengan melibatkan masukan dari guru, siswa, dan ahli untuk memastikan perubahan didasarkan pada data nyata, bukan tren sesaat.
Kedua, perluas akses teknologi di seluruh daerah melalui program digitalisasi sekolah, dengan alokasi anggaran khusus untuk menyediakan peralatan dan pelatihan bagi guru di wilayah terpencil.
Ketiga, berikan dukungan rutin kepada pengajar melalui workshop dan sumber daya online, agar mereka bisa beradaptasi dengan lancar dan tetap fokus pada pengajaran berkualitas.
Keempat, pastikan kurikulum mencakup aspek akademik, kreativitas, dan pembentukan karakter dengan mengintegrasikan proyek praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































