Pengantar: Ketika Indra Berjabatan Tangan
Bagi sebagian besar dari kita, pengalaman sensorik berjalan dalam jalur yang terpisah dan teratur: mata melihat, telinga mendengar, lidah mencicipi. Namun, bagi sinestet, indra-indra ini justru saling berjabatan tangan, bahkan terkadang bertukar tugas. Kondisi luar biasa ini, yang dikenal sebagai sinestesia, adalah fenomena di mana stimulasi pada satu jalur sensorik atau kognitif (si ‘pemicu’) secara otomatis dan tidak disengaja memicu pengalaman di jalur sensorik atau kognitif kedua (si ‘konkuren’).
Sinestesia adalah pengalaman sistem saraf yang nyata dan konsisten. Jika seorang sinestet melihat huruf ‘A’ berwarna merah hari ini, ia akan melihat huruf ‘A’ berwarna merah juga bulan depan dan tahun depan. Pertanyaannya, mengapa otak sebagian orang bekerja dengan cara yang begitu menarik dan terintegrasi?
Perspektif Neurosains: Kabel yang Terlalu Dekat
Penjelasan paling populer untuk sinestesia adalah hipotesis cross-activation, atau hipotesis aktivasi silang. Bayangkan otak sebagai jaringan kabel listrik yang sangat rumit. Dalam otak non-sinestet, kabel untuk warna (area V4) dan kabel untuk angka atau grafem (area fusiform gyrus) berjalan secara paralel tetapi terpisah.
Namun, pada otak sinestet, kabel-kabel ini tampaknya terlalu dekat. Karena konektivitas struktural yang abnormal, aktivasi pada area pemrosesan angka di gyrus fusiform, misalnya, secara simultan dan otomatis meluber ke area V4 yang memproses warna. Jadi, ketika sinestet melihat angka ‘5’, bukan hanya area angka yang menyala, tetapi juga area warna memicu pengalaman visual warna (Ramachandran & Hubbard, 2001).
Aktivasi silang ini diduga disebabkan oleh koneksi saraf ekstra yang tidak terpotong selama masa perkembangan awal otak. Pada bayi, koneksi saraf (sinaps) antar-area otak sangat banyak. Seiring waktu, jalur yang tidak terpakai akan hilang dalam proses yang disebut pruning sinaptik. Pada sinestet, diduga pruning pada area-area tertentu (misalnya, area warna dan area huruf/angka) tidak terjadi secara sempurna, meninggalkan koneksi superhighway antara indra (Rouw & Scholte, 2007).
Dasar Genetik dan Perkembangan Otak
Kecenderungan untuk sinestesia seringkali bersifat turun-temurun, menunjukkan adanya komponen genetik yang signifikan (Ward, 2016). Penelitian keluarga dan genetik menunjukkan bahwa sinestesia memiliki pola pewarisan, meskipun gen spesifik yang terlibat masih diteliti. Namun, tidak ada satu gen ‘sinestesia’ tunggal; kemungkinan besar melibatkan beberapa gen yang mengatur migrasi neuron dan pembentukan koneksi sinaptik selama perkembangan otak.
Faktor genetik ini sangat penting karena mendukung gagasan bahwa sinestesia adalah kondisi neurologis yang tertanam, bukan sekadar respons belajar atau asosiasi.
Sinestesia sebagai Keunggulan Kognitif?
Menariknya, sinestesia seringkali dikaitkan dengan beberapa keunggulan kognitif. Sinestet menunjukkan ingatan yang lebih baik, terutama untuk materi yang sesuai dengan pengalaman sinestetik mereka. Misalnya, sinestet grafem-warna (yang melihat huruf atau angka berwarna) seringkali dapat mengingat nomor telepon atau daftar kata dengan lebih mudah karena dimensi warna tambahan bertindak sebagai ‘pengait’ dalam memori mereka (Rothen et al., 2012).
Lebih dari itu, sinestesia juga dikaitkan dengan kreativitas yang lebih tinggi. Mungkin karena otak mereka secara alami membuat koneksi non-linier antara konsep yang berbeda, sinestet cenderung lebih unggul dalam berpikir out-of-the-box dan menemukan solusi kreatif (Scharff, 2003). Otak mereka memang sudah terbiasa ‘menghubungkan titik-titik’ yang bagi orang lain tidak terlihat.
Penutup: Masa Depan Penelitian
Sinestesia adalah jendela unik ke dalam cara kerja otak manusia. Kondisi ini menantang pandangan tradisional kita tentang bagaimana persepsi diorganisasikan, membuktikan bahwa batas antara indra mungkin lebih cair daripada yang kita duga. Penelitian di bidang ini terus berkembang, dari pemetaan koneksi materi putih (white matter) di otak sinestet menggunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI) hingga menguji efektivitas pelatihan sinestesia untuk meningkatkan memori.
Memahami sinestesia memberi kita petunjuk mendasar tentang bagaimana otak memproses informasi, bagaimana koneksi saraf berkembang, dan bagaimana pengalaman sensorik yang berbeda dapat berinteraksi. Jadi, ketika Anda mendengar kata ‘kopi’, dan itu terasa hangat, kecokelatan, dan sedikit pahit, bagi seorang sinestet, kata itu mungkin berbau seperti nada G minor yang lembut, sebuah bukti betapa plastis dan menakjubkannya organ kecil di kepala kita ini.
Daftar Pustaka
Scharff, L. F. V. (2003). Synesthesia: a union of the senses. 2nd edn. Richard E. Cytowic (Ed.). The MIT Press. Cambridge, MA, 2002. No. of pages 387. ISBN 0‐262‐03296‐1. Price US $55.00. Applied Cognitive Psychology, 17(7), 872–873. https://doi.org/10.1002/acp.945
Ramachandran, V. S., & Hubbard, E. M. (2001). Psychophysical investigations into the neural basis of synaesthesia. Proceedings of the Royal Society B Biological Sciences, 268(1470), 979–983. https://doi.org/10.1098/rspb.2000.1576
Rothen, N., Meier, B., & Ward, J. (2012). Enhanced memory ability: Insights from synaesthesia. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 36(8), 1952–1963. https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2012.05.004
.
Rouw, R., & Scholte, H. S. (2007). Increased structural connectivity in grapheme-color synesthesia. Nature Neuroscience, 10(6), 792–797. https://doi.org/10.1038/nn1906
Ward, J. (2016). The Student’s Guide to Social Neuroscience. Psychology Press.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































