Pasuruan, Jum’at 13 Februari 2026 — MAN 1 Pasuruan kembali menyelenggarakan kegiatan rutinan KAFKA (Kajian Akhlak dan Fiqih Kewanitaan) dengan mengangkat tema pentingnya menanamkan adab dan rasa syukur atas nikmat Allah sejak usia dini. Kegiatan ini diikuti oleh siswi kelas X Putri dan disampaikan oleh Syahda Nabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Materi kajian mengacu pada Kitab Akhlaq lil Banat Bab 4 dan 5. Pada bab 4, pemateri menyampaikan kisah tentang Fatimah yang mengandung pesan bahwa adab dan tata krama harus ditanamkan sejak kecil. Hal ini diibaratkan seperti bunga mawar yang masih kecil dan batangnya masih lunak sehingga mudah dibentuk, sedangkan ketika sudah besar dan batangnya keras akan lebih sulit diarahkan. Perumpamaan ini menggambarkan bahwa pendidikan akhlak paling efektif dilakukan sejak usia dini.
Pemateri juga menyampaikan pesan, “Cerita tentang bunga mawar yang bengkok sebenarnya menggambarkan diri kita sendiri. Pohon yang bengkok itu ibarat anak yang sejak kecil tidak dibiasakan sopan santun. Ketika sudah besar dan terbiasa berkata kasar serta tidak memiliki tata krama, maka akan sangat sulit untuk diubah.”

Selanjutnya pada bab 5, materi kajian menekankan pentingnya menyadari nikmat Allah dan bersyukur atasnya. Pemateri menjelaskan 2 poin penting. Point pertama, menjelaskan agar anak perempuan selalu ingat atas nikmat yang telah Allah berikan. Allah menciptakan manusia dengan bentuk yang sempurna dan memberikan berbagai anggota tubuh yang memiliki fungsi dan amanah masing-masing, seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, lisan untuk berbicara, serta tangan dan kaki untuk melakukan berbagai aktivitas yang baik.
Kajian tersebut juga mengutip dalil Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa manusia lahir dalam keadaan tidak mengetahui apa pun. Kemudian Allah memberikan pendengaran, penglihatan, dan hati agar manusia dapat belajar dan bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya, bukan untuk bersikap sombong ataupun menyalahgunakan nikmat tersebut.
Point kedua, menjelaskan tentang keistimewaan manusia dibandingkan dengan hewan, yaitu manusia diberikan akal oleh Allah. Dengan akal tersebut manusia dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Allah juga menanamkan kasih sayang di hati orang tua sehingga anak-anak mendapatkan didikan dan perhatian yang baik sejak kecil. Tidak hanya itu, Allah juga memberikan berbagai nikmat lainnya seperti kesehatan, makanan, minuman, tidur, dan waktu istirahat.
Di akhir kajian, peserta diingatkan bahwa bersyukur tidak hanya dengan mengucapkan “Alhamdulillah”, tetapi juga dengan menggunakan semua nikmat yang diberikan Allah untuk melakukan kebaikan. Mata, telinga, lisan, tangan, dan kaki hendaknya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan menjauhi perbuatan yang dilarang.
Melalui kajian KAFKA Akhlaqul Lil Banat ini, diharapkan para siswi kelas X dapat memahami pentingnya adab, membiasakan perilaku sopan sejak dini, serta menyadari berbagai nikmat yang telah Allah berikan sehingga mampu menggunakannya untuk kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































