Pernah tidak kamu tiba-tiba terbangun di malam hari karena betis kaki terasa mengeras? lalu nyeri luar biasa, bahkan sampai kamu harus menangis? Itu dinamakam kram kaki. Kram kaki yang muncul tiba-tiba saat tidur merupakan fenomena neuromuskular yang sangat umum, namun sering dianggap remeh karena rasa nyerinya hanya berlangsung singkat. Padahal, kontraksi otot involunter yang terjadi di betis, telapak kaki, atau jari ini dapat mengganggu kualitas tidur dan menjadi indikator ketidakseimbangan fungsional dalam sistem otot dan saraf.
Kram kaki pada malam hari berbeda dari restless leg syndrome ataupun kelelahan otot biasa karena mekanismenya melibatkan kontraksi mendadak yang tidak dapat dikendalikan. Berbagai sumber medis mengaitkan kondisi ini dengan faktor seperti kelelahan otot, posisi tidur yang tidak ergonomis, dehidrasi, kurang peregangan, aktivitas fisik yang minim, serta kebiasaan duduk lama yang menurunkan aliran darah. Faktor risiko seperti bertambahnya usia, kehamilan, atau pekerjaan yang menuntut banyak berdiri juga meningkatkan kemungkinan terjadinya kram malam.
Dampaknya pun tidak sederhana, kram dapat menyebabkan terputusnya fase tidur dalam, nyeri otot berkepanjangan pada pagi hari, menurunnya produktivitas, hingga memicu stres akibat siklus gangguan tidur berulang. Pada sebagian kasus, kram berulang dapat mencerminkan masalah elektrolit atau gangguan saraf yang lebih serius. Karena itu, anggapan bahwa kram “hanya gangguan kecil” perlu dikritisi. Secara ilmiah, fenomena ini adalah sinyal tubuh yang menunjukkan adanya ketidakseimbangan pada pola aktivitas, hidrasi, atau kebiasaan istirahat.
Upaya pencegahannya yaitu peregangan otot sebelum tidur, menjaga asupan cairan, menghindari posisi duduk atau berdiri statis terlalu lama, dan melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin. Konsultasi medis juga diperlukan bila kram terjadi sangat sering, sangat nyeri, atau disertai keluhan lain. Dengan kata lain, memahami dan merespons kram malam hari secara tepat adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan otot dan kualitas tidur secara keseluruhan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































