Palu — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Penyambutan dan Penandatanganan Kontrak Peserta Program Pemagangan Nasional Batch 2 Tahun 2025 pada Senin, 24 Februari 2025, bertempat di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah, Arief Hazairin Satoto, para pejabat struktural dan fungsional, Kepala Kantor Imigrasi Palu, mentor magang, serta seluruh peserta program pemagangan. Pada batch ini, terdapat total 50 peserta magang yang terdiri atas 28 peserta di Kantor Imigrasi Palu dan 22 peserta di Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan bahwa Program Pemagangan Nasional merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja modern. Program ini dirancang agar peserta mendapatkan pengalaman kerja nyata yang relevan, pendampingan mentor profesional, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta dukungan uang saku dari pemerintah. Beliau menegaskan bahwa jajaran Kanwil dan Kanim Palu menyambut hadirnya peserta dengan penuh antusias dan berkomitmen menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan profesional. Peserta magang merupakan fresh graduate dengan masa kelulusan maksimal satu tahun, yang selama program akan didampingi oleh dua mentor di masing-masing instansi untuk memastikan seluruh proses pembelajaran berjalan optimal.
Dalam kesempatan ini pula dilakukan penandatanganan perjanjian pemagangan sebagai bentuk komitmen bersama, yang dilaksanakan langsung antara Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah dengan peserta magang yang ditempatkan di Kanwil, serta antara Kepala Kantor Imigrasi Palu dengan peserta magang yang ditempatkan di Kanim Palu. Kontrak tersebut mengatur hak dan kewajiban peserta, jadwal pelaksanaan, tata tertib, pendampingan mentor, serta mekanisme pelaporan harian melalui MagangHub. Kakanwil mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, tidak hanya sebagai sarana menambah ilmu, tetapi juga sebagai ruang untuk membentuk karakter, meningkatkan disiplin, memperkuat integritas, dan mengasah etika kerja. Beliau mendorong peserta untuk aktif bertanya, belajar, mengambil inisiatif positif, serta menunjukkan performa terbaik karena pengalaman ini dapat menjadi pintu karier mereka di masa mendatang.
Menutup sambutannya, Arief Hazairin Satoto menyampaikan tiga kata sederhana namun penting dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari, yaitu Tolong, Maaf, dan Terima Kasih. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan oleh seluruh peserta dalam interaksi dan aktivitas mereka selama magang. Beliau juga mengajak para mentor untuk memberikan pendampingan terbaik dan menjadi teladan bagi peserta pemagangan. Kakanwil kemudian resmi membuka pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 Tahun 2025 di lingkungan Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, dengan harapan kegiatan ini membawa manfaat besar serta menjadi pijakan awal bagi kesuksesan para peserta di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































