Presiden Prabowo Subianto diminta segera mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana Dan Wakilnya Sony Sanjaya sebagai bagian untuk melakukan evaluasi terkait dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Permintaan itu disampaikan Gabungan Organisasi Aktivis yang menamakan diri Jaringan Advokasi Rakyat.
Menurut Koordinator Jaringan Advokasi Rakyat, Fuad Bahmit, buntut dari kompleksitas Masalah MBG selama ini diakibatkan oleh faktor Kepemimpinan yang dinilai tidak peka terhadap berbagai persoalan yang ada
Berikut Alasan yang mendasari dibalik Permintaan Pergantian Kepala Dan Wakil Kepala BGN Tersebut:
Bahwa berbagai persoalan yang selalu mewarnai Jagad pemberitaan soal Pelaksanaan MBG selama ini tidak hanya persoalan teknis di lapangan, tetapi kepemimpinan di tingkat pusat yang dianggap tidak peka terhadap persoalan-persoalan tersebut terlebih lagi tidak menyiapkan langkah langkah strategis untuk mengantisipasi persoalan tersebut agar tidak terulang lagi, terbukti berbagai laporan dan informasi yang berkembang soal persoalan persoalan MBG tidak di tindak lanjuti secara serius oleh Pimpinan BGN sehingga mengakibatkan persoalan itu terjadi berulang kali.
jika persoalan MBG yang dianggap sebagai Program Prioritas Presiden Prabowo ini disikapi seperti hanya dianggap temuan kecil saja dari permasalahan di daerah dikhawatirkan menyebabkan hilangnya simpati masyarakat terhadap program kerja Prabowo ini dan dikhawatirkan akan menimbulkan ketidak percayaan publik terhadap Pemerintahan Presiden Prabowo olehnya itu langkah Pergantian Pimpinan BGN dianggap tepat dan sebagai solusi untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaan program BGN.
Bahwa Polemik dan kontroversi yang mengiringi kinerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana bersama Wakilnya Sony Sanjaya kian menjadi sorotan publik bahkan terjadi berulang-ulang, Semua pihak menilai bahkan sudah dalam kesimpulan bersama bahwa kepemimpinan BGN perlu dievaluasi secara menyeluruh, terutama menyusul berbagai persoalan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
Program pemenuhan gizi adalah program strategis dan menyangkut kesehatan generasi bangsa, Maka lembaga ini harus dipimpin oleh figur yang memiliki kompetensi dan keahlian yang benar-benar relevan di bidang gizi dan kesehatan masyarakat, berkaca dari semua problem yang terjadi, latar belakang Kepala Wakil Kepala BGN yang dinilai bukan berasal dari disiplin ilmu gizi, melainkan akademisi di bidang lain dianggap sebagai Satu alasan yang mendasari dibalik terjadinya berbagai masalah selama ini.
Bahwa pentingnya juga mengganti Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dari jabatannya, karena selain dianggap gagal dalam bersinergi dengan Kepala BGN untuk mensukseskan program MBG, pergantian ini juga penting untuk memastikan tidak terjadi Conflict interest dalam hal tindak lanjut setiap laporan dugaan Penyalahgunaan kewenangan oleh masyarakat ke Pihak Kepolisian sebab Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya merupakan Pensiunan Polri sehingga dikhawatirkan masih memiliki pengaruh sehingga membuat Penegak Hukum tidak akan menfull up setiap laporan penyalahgunaan yang masuk dari masyarakat.
“Olehnya itu, Kami meminta Presiden untuk tidak ragu menunjukkan keberpihakan pada keselamatan anak bangsa beserta program unggulannya yakni dengan cara Melakukan evaluasi dan pergantian Kepala Dan Wakil Kepala BGN untuk menyudahi berbagai polemik yang terjadi di masyarakat semenjak Progam MBG ini di jalankan” Tutup Koordinator Jaringan Advokasi Rakyat, Fuad Bahmit, Selasa (10/3/2026).
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































