Solo, 10 Maret 2026 – Kisah Muhammad Riyan Nur Hidayah, atau akrab disapa Rayyen, menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kepribadian autentik bisa mengubah nasib. Pemuda kelahiran Wonogiri pada 9 Maret 2005 ini, yang kini berusia 21 tahun, sukses meluncurkan merek batik sendiri setelah perjalanan panjang dari buruh pabrik menjadi sensasi penjualan online.
Sebagai anak sulung dari dua bersaudara, Rayyen memulai karier dewasanya dengan bekerja sebagai buruh pabrik. Di sana, ia mengasah disiplin dan ketangguhan. Titik balik datang saat ia beralih profesi menjadi host jualan batik. Keunikan sifatnya yang “random”, asyik, dan menghibur tertangkap dalam video unggahan akun TikTok @alooniaa. Rekaman itu meledak, ditonton lebih dari 1,2 juta kali, dan membuka pintu kolaborasi dengan berbagai TikToker ternama untuk meningkatkan traffic penjualan.
Tidak puas menjadi “wajah” produk orang lain, Rayyen memutuskan mandiri. Pada 12 Februari 2026, ia resmi meluncurkan Rayyen Batik Solo, merek fashion yang memadukan pengalaman bertahun-tahun di industri batik dengan sentuhan enerjik khasnya. Brand ini membawa identitas Solo ke panggung lebih luas, menargetkan pasar muda yang menyukai gaya autentik dan menghibur.
Kisah Rayyen, yang dicatat oleh Sinuja Alimsad, meninggalkan nilai berharga. Pertama, kepribadian lucu dan menghibur adalah aset pemasaran terbaik. Kedua, berani ambil peluang, from buruh ke host, hingga pengusaha, membutuhkan keberanian. Ketiga, tekad kuat di usia muda membuktikan visi jelas selalu membuahkan hasil. Rayyen Batik Solo kini menjadi inspirasi bagi pemuda Indonesia untuk berani bermimpi besar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































