Nganjuk (23/4). DPD LDII Kota Kediri silaturahim sekaligus studi banding ke Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (Pomosda) Nganjuk dalam rangka studi tiru pengelolaan lingkungan berbasis pesantren, meliputi pengolahan sampah, urban farming, serta konsep eco pesantren, pada Kamis (23/4).
Rombongan LDII Kota Kediri disambut oleh jajaran pengurus Pomosda. Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran ide mengenai bagaimana institusi pendidikan berbasis agama dapat memberikan kontribusi terhadap kelestarian alam dan ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak melihat langsung berbagai inovasi yang diterapkan Pomosda dalam mengelola sampah secara terpadu, pemanfaatan lahan untuk pertanian perkotaan, serta penerapan prinsip ramah lingkungan dalam kehidupan pesantren sehari-hari.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi program strategis organisasi. LDII memiliki komitmen kuat dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“Kami hadir di sini untuk belajar dan bersinergi. Dalam pengabdiannya, LDII memiliki 8 Program Unggulan untuk Bangsa, di mana salah satu poin pentingnya adalah bidang Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup. Melalui kunjungan ke Pomosda, kami ingin mendalami bagaimana pengelolaan sampah dan ketahanan pangan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pesantren, sehingga santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga menjadi pelopor pelestari lingkungan,” jelasnya.
Adapun 8 program pengabdian tersebut mencakup Wawasan Kebangsaan, Dakwah, Pendidikan, Ekonomi Syariah, Kesehatan Herbal, Ketahanan Pangan & Lingkungan Hidup, Energi Terbarukan, dan Teknologi Digital.
Ia menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kontribusi LDII dalam pembangunan berkelanjutan.
“LDII memiliki delapan program pengabdian untuk bangsa, yang mencakup bidang kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan lingkungan, ekonomi syariah, teknologi digital, serta energi baru terbarukan. Apa yang kami pelajari di Pomosda ini sangat relevan, khususnya dalam penguatan program ketahanan pangan dan lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsep eco pesantren yang diterapkan Pomosda dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pesantren di Kota Kediri.
Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Asyhari Eko Prayitno, yang turut serta dalam rombongan, yang juga Sekretaris LDII Kota Kediri menekankan pentingnya adopsi teknologi tepat guna di lingkungan pesantren. Menurutnya, konsep urban farming dan pengolahan sampah yang diterapkan di Pomosda sangat relevan untuk diimplementasikan di Kota Kediri yang memiliki keterbatasan lahan.
“Kami melihat Pomosda telah berhasil membangun ekosistem Eco Pesantren yang mandiri. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk memperkuat pembinaan santri di Nurul Huda Al Manshurin agar lebih peduli terhadap lingkungan. Pesantren tidak boleh hanya menghasilkan sampah, tetapi harus mampu mengolahnya menjadi sumber daya, sekaligus memanfaatkan lahan sempit untuk produktivitas pangan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi sistem pengelolaan lingkungan yang diterapkan di Pomosda.
“Kami melihat Pomosda telah berhasil membangun sistem yang terintegrasi antara pendidikan, kemandirian, dan kepedulian lingkungan. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk mengembangkan program serupa di pesantren,” ungkapnya.
Mewakili tuan rumah, Pengurus Pomosda, Onggo, menyambut baik antusiasme DPD LDII Kota Kediri. Ia memaparkan bahwa kunci utama dalam pengelolaan lingkungan di pesantren adalah membangun kesadaran antara pengurus dan santri.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan silaturahim dari DPD LDII Kota Kediri. Di Pomosda, kami memandang pengolahan sampah dan pertanian adalah bagian dari jihad lingkungan. Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan bekerja sama demi mewujudkan pesantren yang bersih, hijau, dan berdaya guna bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dan urban farming merupakan bagian dari pendidikan karakter santri.
“Kami ingin santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan. Mulai dari memilah sampah, mengolah limbah menjadi produk bermanfaat, hingga memanfaatkan lahan untuk pertanian produktif,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa konsep eco pesantren bertujuan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus membentuk kemandirian santri.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi dan pertukaran pengetahuan antar lembaga, sehingga mampu mendorong lahirnya pesantren-pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga lingkungan dan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan langsung ke instalasi pengolahan limbah organik, area kebun urban farming, serta laboratorium pengolahan pupuk mandiri milik Pomosda. Diharapkan, hasil dari silaturahim ini dapat segera ditindaklanjuti dengan aksi di lingkungan dakwah LDII Kota Kediri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































