Kediri (24/4) – Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin menegaskan komitmennya dalam mendukung modernisasi tata kelola keuangan pesantren melalui partisipasi aktif dalam Gathering Sekolah Islam dan Pesantren yang diselenggarakan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kegiatan bertajuk “Langkah Emas Menuju Sekolah Berhaji” tersebut digelar di Tegowangi Ballroom Grand Surya Kediri, pada Jumat (24/4). Acara ini mempertemukan berbagai pimpinan lembaga pendidikan Islam di wilayah Kediri untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan mempererat sinergi dengan sektor perbankan.
Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Asyhari Eko Prayitno, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BSI yang memberikan perhatian khusus pada kebutuhan spiritual para pendidik dan pengelola pesantren. Menurutnya, program perencanaan haji yang ditawarkan menjadi oase di tengah padatnya aktivitas manajerial pendidikan.
“Tema ‘Langkah Emas Menuju Sekolah Berhaji’ ini sangat menginspirasi kami. Seringkali karena kesibukan mengelola pendidikan, perencanaan ibadah haji terabaikan. Dengan pendampingan dari BSI, kami berharap pengurus dan pengajar memiliki perencanaan yang lebih terukur untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara dunia perbankan dengan kebutuhan spiritual umat,” ujar Asyhari Eko Prayitno.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi pesantren dalam mengelola potensi ekonomi secara lebih terarah dan profesional. “Ini membuka wawasan terkait pengelolaan keuangan syariah yang modern dan terintegrasi, sehingga pesantren dapat semakin mandiri dan berdaya saing,” imbuhnya.
Area Manager BSI Kediri, Angga Wahyuda Prawiroso, dalam arahannya menegaskan bahwa BSI berkomitmen menjadi sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi pesantren. Ia menepis stigma bahwa bank syariah itu tradisional dengan memperkenalkan berbagai inovasi teknologi informasi yang memudahkan urusan ibadah seperti zakat, infak, hingga pendaftaran haji.
Senada dengan visi tersebut, Sekretaris Yayasan Wali Barokah, Alam Lubis, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya layanan digital seperti kartu siswa dan sistem pembayaran terintegrasi untuk mendukung transparansi administrasi yayasan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BSI dengan sejumlah lembaga pendidikan Islam dan pesantren di Kediri. Langkah ini menjadi tonggak awal transformasi layanan keuangan digital yang lebih inklusif di lingkungan pendidikan berbasis agama.
Bagi Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, keterlibatan dalam ekosistem perbankan syariah yang modern ini merupakan langkah strategis untuk membekali para siswa dan pengelola dengan pemahaman finansial yang baik sejak dini, sekaligus memastikan keberlangsungan institusi yang profesional dan sesuai syariat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































